Tren match my freak ramai di kalangan Gen Z saat banyak anak muda mencari pasangan dengan kepribadian, humor, dan kebiasaan unik yang sefrekuensi.
Meski begitu, pakar hubungan mengingatkan bahwa kecocokan seperti itu bukan satu-satunya penentu hubungan yang sehat. Komunikasi yang baik, rasa saling percaya, dan komitmen tetap menjadi fondasi utama agar hubungan bisa bertahan lama. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Asal Mula Tren ‘Match My Freak’ Ramai Dibicarakan
Popularitas istilah match my freak meningkat setelah lagu Nasty milik Tinashe viral pada 2024. Lirik “Is somebody gonna match my freak?” kemudian ramai digunakan di TikTok, Instagram, dan X. Banyak pengguna memakainya saat membahas hubungan maupun dunia kencan.
Dalam konteks ini, kata freak tidak memiliki makna negatif. Istilah tersebut menggambarkan sisi unik seseorang. Contohnya meliputi selera humor, kebiasaan, cara berpikir, atau karakter yang berbeda dari kebanyakan orang.
Karena itu, banyak Gen Z berharap menemukan pasangan yang bisa menerima sekaligus menikmati sisi unik tersebut tanpa menghakimi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kenapa Gen Z Mulai Mengejar Pasangan yang Sefrekuensi?
Budaya kencan modern ikut mendorong tren ini. Banyak pengguna aplikasi kencan merasa percakapan awal sering berjalan datar. Topiknya hanya berkisar pada pekerjaan, pendidikan, atau hobi yang umum.
Keinginan menemukan seseorang yang memiliki energi dan humor serupa akhirnya menjadi daya tarik tersendiri. Kesamaan referensi membuat komunikasi terasa lebih mengalir. Suasana pun menjadi lebih santai sejak awal perkenalan.
Tidak sedikit pasangan mengaku lebih cepat akrab. Mereka menikmati meme yang sama, menyukai musik serupa, atau memiliki kebiasaan unik yang saling dipahami.
Baca Juga: Fenomena ‘Blind Buy’ Parfum Gen Z: Saat Ulasan TikTok Jadi Penentu Utama
Pakar Ingatkan Jangan Hanya Mengejar Rasa ‘Klik’
Pakar hubungan dari eharmony, Susie Kim, menilai kesamaan karakter memang dapat membantu membangun kedekatan. Namun, ia mengingatkan agar seseorang tidak menjadikannya sebagai ukuran utama saat memilih pasangan.
Menurut Kim, hubungan jangka panjang lebih bergantung pada kedewasaan emosional. Komunikasi yang baik, rasa saling menghargai, kemampuan menyelesaikan konflik, dan komitmen memiliki peran yang jauh lebih besar.
Ia juga menyarankan agar seseorang tidak terburu-buru menolak calon pasangan hanya karena belum merasa cocok. Banyak hubungan yang harmonis justru tumbuh perlahan seiring waktu.
Penelitian Menunjukkan Ada Faktor yang Lebih Penting
Pendapat tersebut sejalan dengan penelitian Northwestern University pada 2017. Penelitian itu menganalisis lebih dari 400 studi mengenai hubungan pasangan.
Hasilnya menunjukkan bahwa kesamaan sifat, minat, atau karakter unik tidak mampu memprediksi hubungan yang langgeng. Sebaliknya, komunikasi yang sehat, rasa aman secara emosional, kemampuan menyelesaikan masalah, dan tujuan hidup yang sejalan memberi pengaruh lebih besar.
Artinya, rasa sefrekuensi memang menyenangkan. Namun, hubungan tetap membutuhkan kemampuan menghadapi tantangan bersama agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Hubungan Sehat Tidak Dibangun dalam Semalam
Kim juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan secara bertahap. Menjadi diri sendiri memang penting. Namun, kepercayaan tetap perlu tumbuh secara alami.
Membuka semua sisi pribadi sejak awal belum tentu membuat hubungan berkembang lebih cepat. Proses saling mengenal yang berjalan perlahan justru sering menghasilkan ikatan yang lebih kuat. Kedua belah pihak memiliki waktu untuk saling memahami dan menghargai perbedaan.
Tren match my freak memang memberi warna baru dalam dunia percintaan Gen Z. Kesamaan humor, kebiasaan, dan cara berpikir dapat menjadi awal yang menyenangkan. Namun, komunikasi yang sehat, rasa saling menghormati, komitmen, serta tujuan hidup yang sejalan tetap menjadi kunci utama untuk membangun hubungan yang sehat dan bertahan lama.