Chairul Tanjung hadir di Lampung Financial Festival 2026 memberikan coaching clinic kepada pelajar, mahasiswa, dan pengusaha muda untuk mengembangkan usaha pun.
Chairul mengajak peserta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang muncul saat membangun usaha. Ia juga membagikan pengalaman ketika merintis bisnis dari nol hingga berhasil membangun usaha besar. Menurutnya, proses menuju sukses membutuhkan kerja keras dan ketekunan. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Chairul Tanjung Ungkap Kunci Sukses dari Pengalaman Pribadi
Chairul mengatakan kesuksesan tidak datang secara instan. Ia mengaku memulai perjalanan bisnis dari kondisi sederhana dan harus bekerja keras untuk mengubah keadaan. Bagi Chairul, proses tersebut menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang ingin membangun usaha.
Ia meminta generasi muda tidak berharap hasil besar dalam waktu singkat. Menurutnya, pengusaha harus siap menghadapi berbagai persoalan dan tetap mencari jalan keluar ketika bisnis mengalami tekanan.
“Saya memulai sesuatu itu dari enggak ada, dari nol. Kehidupan yang sederhana itu bisa diubah dengan kerja keras. Kesuksesan itu bukan seperti membalik telapak tangan,” kata Chairul.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bisnis Gen Z Bisa Tergeser AI, Chairul Minta Waspada
Salah satu peserta menceritakan bisnis jasa pendampingan mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan skripsi yang mulai mengalami stagnasi. Padahal, usaha tersebut sudah memanfaatkan media sosial untuk promosi dan berhasil mendapatkan klien dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Chairul justru meminta peserta mengevaluasi model bisnis tersebut. Ia melihat perkembangan artificial intelligence atau AI membuat layanan semacam itu menghadapi persaingan yang semakin berat.
Menurut Chairul, AI membuat mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan ketika mencari bantuan untuk memahami tugas atau skripsi. Kondisi itu membuat bisnis tersebut masuk ke dalam kategori red ocean, yaitu pasar dengan banyak pesaing dan alternatif pengganti.
Baca Juga: Bukan Jabatan, Gen Z Justru Pilih Hidup Seimbang! Apa Alasannya?
Jangan Terjebak Red Ocean, Cari Peluang yang Masih Terbuka
Chairul menyarankan pengusaha muda tidak terus bertahan di pasar yang semakin padat jika peluang pertumbuhannya kecil. Ia mendorong peserta berani mencari bidang lain yang memiliki kebutuhan baru dan persaingan lebih longgar.
Konsep tersebut ia sebut sebagai blue ocean. Pelaku usaha perlu melihat perubahan kebiasaan masyarakat, perkembangan teknologi, serta kebutuhan yang belum banyak mendapat perhatian.
“Kalau ada red ocean yang seperti ini, terus menggali di situ, kemungkinannya akan makin sulit untuk berkembang. Saran saya adalah mencari bisnis yang lain, yang istilahnya blue ocean, yang peluangnya masih besar,” ujar Chairul.
Harga Naik dan Daya Beli Turun Jadi Tantangan UMKM
Chairul juga menyoroti kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi perjalanan bisnis, terutama bagi pelaku UMKM. Kenaikan harga barang tanpa peningkatan pendapatan masyarakat bisa membuat daya beli melemah.
Situasi tersebut tentu memberi tekanan bagi pengusaha. Namun, Chairul menegaskan pelaku usaha tidak boleh mudah menyerah. Ia menilai kemampuan membaca keadaan dan mencari strategi baru menjadi bagian penting dari karakter seorang pengusaha.
“Sebagai pengusaha, kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan yang ada. Sifat pengusaha itu tidak boleh menyerah. Kalau dia mudah menyerah, itu bukan pengusaha namanya,” tegasnya.
Gorengan Pun Bisa Jadi Bisnis Besar dengan Inovasi
Chairul kemudian memberikan contoh sederhana melalui usaha gorengan. Menurutnya, pisang goreng atau singkong goreng tradisional memiliki banyak pesaing karena hampir semua orang bisa membuat produk serupa.
Ia menyarankan pelaku usaha memberikan pembeda melalui varian produk, kemasan, hingga pemasaran digital. Produk sederhana tetap memiliki peluang berkembang jika pengusaha mampu membuat konsep yang menarik dan sesuai dengan selera pasar.
Media sosial juga dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Chairul menilai produk yang unik, memiliki kemasan menarik, dan mudah dibagikan di media sosial berpeluang mendapatkan perhatian lebih besar.
Pesan Chairul kepada Gen Z Lampung cukup jelas: jangan hanya mengikuti pasar yang sudah penuh. Anak muda perlu berani melihat perubahan, mengasah kreativitas, dan mencari peluang yang belum banyak digarap. Dengan kerja keras serta inovasi, usaha kecil pun punya ruang untuk tumbuh.