Gaya hidup modern membuat Gen Z rentan terkena risiko penyakit kronis akibat pola makan buruk, konsumsi minuman manis berlebihan, dan kurang makan buah serta sayur.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama TikTok Indonesia dan Foodbank of Indonesia (FOI) meluncurkan gerakan nasional bertajuk “Makan Dengan Makna”. Program ini mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai memperhatikan pilihan makanan sehari-hari.
Gerakan tersebut hadir karena pemerintah melihat perubahan gaya hidup bisa menjadi faktor besar yang memengaruhi kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Menkes Ingatkan Gen Z Soal Bahaya Penyakit Kronis
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat bahwa penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal.
Menurut Budi, banyak orang merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja saat ini. Namun, kebiasaan makan yang buruk dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit serius dalam beberapa tahun mendatang.
Ia menjelaskan bahwa pola makan menjadi investasi kesehatan. Jika seseorang terus mengonsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak tinggi tanpa kontrol, tubuh bisa mengalami dampak negatif di kemudian hari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Gerakan Makan Dengan Makna Sasar Anak Muda
Kemenkes melihat generasi Z dan milenial sebagai kelompok penting dalam perubahan gaya hidup sehat. Alasannya, kelompok usia muda sangat dekat dengan dunia digital dan aktif mengikuti berbagai tren melalui media sosial.
Karena itu, Menkes Budi mengajak para kreator konten TikTok ikut membantu menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih menarik. Ia ingin edukasi kesehatan tidak hanya hadir dalam bentuk informasi formal, tetapi juga melalui konten kreatif yang mudah diterima anak muda.
Melalui gerakan “Makan Dengan Makna”, pemerintah berharap masyarakat mulai memahami bahwa makanan bukan sekadar penghilang rasa lapar, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kualitas hidup.
Baca Juga:Â Mengejutkan! Makin Banyak Gen Z Terserang Kanker, Peneliti Ungkap Temuan yang Bikin Khawatir
Data Pola Makan Indonesia Masuk Kondisi Mengkhawatirkan
Pemerintah memiliki alasan kuat dalam mendorong perubahan kebiasaan makan masyarakat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Data tersebut menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk usia lima tahun ke atas masih kurang mengonsumsi buah dan sayur. Angka ini menunjukkan bahwa banyak orang belum mendapatkan asupan serat dan vitamin yang cukup dari makanan alami.
Selain itu, sebanyak 47,5 persen masyarakat tercatat rutin mengonsumsi minuman manis. Sementara itu, 33,7 persen penduduk juga memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis dalam jumlah tinggi.
Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan apabila terus berlangsung tanpa perubahan.
Obesitas Meningkat Akibat Kebiasaan Makan Tidak Sehat
Perubahan pola makan masyarakat juga berdampak pada angka obesitas di Indonesia. Data menunjukkan jumlah penduduk usia 18 tahun ke atas yang mengalami obesitas meningkat dari 15,4 persen menjadi 23,4 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian karena obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kronis. Tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, penyakit seperti diabetes, jantung, dan tekanan darah tinggi kini juga semakin banyak ditemukan pada usia lebih muda.
Pemerintah menilai pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda tidak menghadapi masalah kesehatan serius di masa depan.
Gen Z Diajak Mulai Perbaiki Kebiasaan Sehari-hari
Melalui kampanye “Makan Dengan Makna”, Kemenkes mengajak masyarakat melakukan perubahan sederhana mulai dari pola makan harian. Langkah kecil seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi minuman manis, serta memilih makanan bergizi bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Generasi muda juga memiliki peran penting dalam menyebarkan kebiasaan hidup sehat melalui lingkungan sekitar dan media sosial. Dengan kreativitas yang mereka miliki, pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Menkes berharap gerakan ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan. Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh mulai sakit, tetapi harus dimulai sejak sekarang melalui pilihan hidup yang lebih baik.