Khofifah Indar Parawansa dorong Muslimat NU beralih ke dakwah digital agar pesan Islam lebih mudah menjangkau masyarakat dan Gen Z.
Menurut Khofifah, dakwah tidak lagi hanya dilakukan melalui pertemuan langsung, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat lebih luas lewat teknologi. Langkah ini dinilai penting agar pesan Islam tetap dekat dengan generasi muda, khususnya Generasi Z yang sehari-hari akrab dengan dunia digital. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Khofifah Dorong Dakwah Muslimat NU Masuk Era Digital
Khofifah menyebut transformasi dari dakwah konvensional menuju dakwah digital menjadi kebutuhan di era modern. Melalui media digital, pesan keagamaan dapat diakses kapan saja tanpa terbatas tempat dan waktu.
Ia menjelaskan bahwa banyak bu nyai dan mubaligah sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Namun, proses adaptasi tersebut masih membutuhkan dukungan agar kemampuan digital mereka semakin berkembang.
Dalam kegiatan Silaturahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur di Kota Batu, Khofifah menilai ruang digital membuka peluang besar bagi para pendakwah untuk menyebarkan ilmu secara lebih kreatif dan luas.
Menurutnya, masyarakat saat ini memiliki kebiasaan baru dalam mencari informasi. Karena itu, pendekatan dakwah juga perlu mengikuti pola konsumsi informasi yang berubah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pengalaman Pandemi Jadi Awal Perjalanan Digitalisasi Dakwah
Khofifah mengungkapkan bahwa langkah digitalisasi sebenarnya sudah mulai berjalan sejak pandemi COVID-19. Saat itu, banyak anggota Muslimat NU mulai mengikuti pelatihan teknologi secara mandiri karena aktivitas tatap muka mengalami keterbatasan.
Meski begitu, ia menilai perjalanan tersebut belum selesai. Para pendakwah masih membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan berbagai teknologi dengan lebih maksimal.
Peningkatan kemampuan digital diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam penyampaian pesan keagamaan. Tidak hanya melalui ceramah panjang, dakwah juga bisa dikemas dalam bentuk video pendek, animasi, maupun konten edukatif yang lebih mudah diterima masyarakat.
Baca Juga:Â Waspada Gen Z! Menkes Ungkap Ancaman Sakit Kronis yang Diam-Diam Mengintai Anak Muda
Konten Kreatif Jadi Cara Baru Dekati Anak Muda
Salah satu perhatian Khofifah adalah bagaimana dakwah bisa menjangkau anak-anak dan generasi muda. Ia mendorong para pendakwah untuk menggunakan format yang lebih menarik agar pesan keagamaan tidak terasa kaku.
Khofifah memberikan contoh penggunaan konten berbentuk kartun yang dapat menyampaikan nilai agama sekaligus edukasi kepada anak-anak. Menurutnya, pendekatan visual mampu membuat pesan lebih mudah dipahami.
Selain anak-anak, Gen Z juga menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Generasi ini memiliki cara berpikir dan kebiasaan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Karena itu, pendakwah perlu memahami bahasa, tren, serta persoalan yang sedang mereka hadapi agar pesan yang disampaikan terasa lebih dekat.
Gen Z Jadi Target Penting Dakwah di Era Modern
Khofifah menilai memahami kebutuhan Gen Z menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang efektif. Anak muda saat ini tidak hanya membutuhkan pesan keagamaan, tetapi juga dukungan terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Ia mencontohkan isu pekerjaan sebagai salah satu hal yang dekat dengan keresahan generasi muda. Dakwah dapat hadir dengan memberikan motivasi, semangat, serta pandangan positif dalam menghadapi tantangan hidup.
Pendekatan seperti ini membuat dakwah tidak hanya berbicara tentang nilai spiritual, tetapi juga menyentuh kondisi nyata yang dialami masyarakat.
AI Bisa Bantu Dakwah, Tapi Harus Digunakan Secara Bijak
Selain digitalisasi dakwah, Khofifah juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Ia melihat teknologi tersebut sebagai alat yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan memperluas kreativitas para pendakwah.
Namun, Khofifah mengingatkan agar penggunaan AI tetap berada dalam koridor yang benar. Teknologi tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, hoaks, atau konten yang merugikan orang lain.
Menurutnya, AI harus menjadi sarana yang membantu menyebarkan kebaikan dan memperkuat nilai positif di masyarakat. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi dapat menjadi jembatan baru antara dakwah dan generasi digital.
Melalui transformasi ini, Muslimat NU diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang lebih modern, kreatif, dan tetap membawa nilai keagamaan yang kuat di tengah perubahan zaman.