Penghulu muda Alfin Maulana menarik perhatian setelah videonya viral di media sosial, dengan usianya yang muda membuat profesi penghulu tampil dari sisi berbeda.

Alfin Tak Pernah Mengejar Popularitas
Alfin mengaku tidak pernah merencanakan dirinya untuk viral. Ia menilai usia menjadi salah satu alasan masyarakat tertarik melihat sosoknya ketika bertugas sebagai penghulu.
“Nggak pernah membayangkan akan viral. Mungkin yang membuat jadi perhatian warganet karena saya muda. Karena kebanyakan penghulu identiknya tua,” kata Alfin saat dihubungi detikHikmah, Minggu (30/8/2026).
Beberapa keluarga pengantin merekam prosesi pernikahan yang Alfin layani, kemudian membagikan videonya melalui media sosial. Tanpa membuat konten khusus, Alfin akhirnya beberapa kali muncul di berbagai unggahan yang mendapat banyak perhatian.
Ia menyebut video tentang dirinya bahkan sudah ditonton jutaan kali. Kondisi tersebut membuat profesinya ikut mendapat sorotan dari masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak terlalu mengenal sosok penghulu muda.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penghulu Gen Z yang Dekat dengan Anak Muda
Alfin lahir pada 2001 dan menjadi bagian dari generasi Z. Latar belakang generasinya membuat ia memiliki gaya komunikasi yang cukup dekat dengan kebiasaan anak muda saat ini.
Selain menjalankan tugas sebagai penghulu, Alfin memanfaatkan perhatian masyarakat untuk mengenalkan berbagai program Kementerian Agama. Ia mencoba menyampaikan informasi dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh generasi muda.
“Sering mengkampanyekan program Kemenag dengan cara gen z. Misalnya stop nikah siri, ada juga program pembimbingan pra nikah, konsultasi keluarga,” jelas Alfin.
Menurut Alfin, cara komunikasi yang lebih dekat dapat membantu masyarakat memahami berbagai layanan KUA. Ia tidak ingin keberadaan KUA hanya dikenal ketika seseorang hendak mengurus pernikahan.
Baca Juga: Tren ‘Fitness Travel’ Gen Z Makin Populer, Padel di Spanyol hingga Maraton Tokyo Jadi Pilihan
Viral karena Video Keluarga Pengantin
Popularitas Alfin bermula dari video yang dibuat orang lain. Keluarga pengantin yang mengabadikan momen pernikahan kemudian mengunggah rekaman tersebut ke media sosial.
Alfin mengatakan sebagian besar video yang membuat dirinya viral berasal dari keluarga pengantin. Ia sendiri tidak pernah secara khusus membuat konten demi mengejar jumlah penonton atau popularitas.
Respons warganet terhadap video tersebut juga cukup positif. Banyak orang justru melihat sosok Alfin sebagai gambaran penghulu dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Perhatian itu kemudian membuka kesempatan bagi Alfin untuk menyampaikan pesan mengenai kehidupan keluarga, persiapan pernikahan, hingga pentingnya memahami layanan KUA.
Sering Diajak Foto Setelah Prosesi Nikah
Popularitas Alfin ternyata tidak hanya terasa di media sosial. Saat menjalankan tugas di acara pernikahan, beberapa keluarga pengantin juga meminta foto bersama setelah prosesi selesai.
Alfin mengaku terkadang merasa segan ketika mendapat permintaan tersebut. Namun, ia tetap menghargai keinginan keluarga yang mengadakan acara.
“Banyak keluarga pengantin yang minta foto. Saya agak segan. Kadang suka saya ajak keluar buat foto bersama buat menghargai yang punya hajat,” aku Alfin.
Bagi Alfin, pengalaman tersebut menjadi bagian baru dalam menjalankan profesinya. Ia tetap berusaha menjaga sikap profesional meski perhatian masyarakat terhadap dirinya semakin besar.
Popularitas Jadi Jalan Kenalkan KUA
Alfin memilih melihat popularitasnya dari sisi positif. Menurutnya, perhatian warganet bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan KUA kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih segar.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengenal KUA sebagai tempat mengurus pencatatan pernikahan. Berbagai layanan seperti pembimbingan pranikah dan konsultasi keluarga juga dapat membantu pasangan mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
“Alhamdulillah masyarakat melihatnya antusias. Dan saya membawa citra nama KUA menjadi lebih baik lagi,” pungkas Alfin.
Kisah Alfin menunjukkan bahwa usia muda tidak menjadi penghalang untuk menjalankan peran sebagai penghulu sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Popularitas yang datang tanpa rencana justru ia manfaatkan untuk mendekatkan program KUA kepada generasi muda.