Begadang menjadi gaya hidup banyak Generasi Z, namun kebiasaan ini bukan sekadar membuat kantung mata tebal.

Kurang tidur kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, serta gangguan hormon yang memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut ini BACOTAN GEN Z akan membahas dampak begadang, fakta medis, serta tips menjaga kesehatan jantung bagi para night owl muda.
Dampak Begadang Pada Tubuh
Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Braveheart – Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. M. Yamin SpJP(K), SpPD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, menjelaskan bahwa orang yang sering tidur larut malam rentan mengalami sleep deprivation atau kurang tidur kronis.
“Kurang tidur jangka panjang pasti berpengaruh ke semua sistem organ, tidak hanya jantung. Ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari sekalipun,” kata dr. Yamin saat ditemui dalam acara BraveTalk ‘Basic Life Support & Sudden Cardiac Death’ di Jakarta Selatan.
Kurang tidur kronis tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga dapat menurunkan daya konsentrasi, memperlambat refleks, dan mengganggu keseimbangan emosional. Semua efek ini menunjukkan bahwa kebiasaan begadang bukan hal sepele, melainkan sebuah ancaman kesehatan.
Bagaimana Kurang Tidur Memengaruhi Jantung
Menurut dr. Daniel Gottlieb dari VA Boston Healthcare System, kurang tidur memiliki dampak signifikan pada sistem kardiovaskular. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan, yang seringkali membuat seseorang mengonsumsi camilan tinggi lemak dan karbohidrat secara berlebihan.
Kebiasaan ini dapat memicu obesitas, yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung. Data menunjukkan bahwa orang yang rata-rata tidurnya kurang dari tujuh jam per malam memiliki tingkat obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang mendapatkan tidur cukup.
Selain itu, kurang tidur juga dapat memicu perubahan fisiologis dan hormonal, termasuk peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, dan zat pemicu peradangan dalam darah. Kombinasi ini meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Baca Juga: KPK Geledah Kasus Suap Bupati Ponorogo, 13 Saksi Diperiksa di Polres Madiun
Statistik Mengejutkan Tentang Tidur dan Serangan Jantung

Faktanya, studi yang diterbitkan pada 10 September 2019 di Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa. Kebiasaan tidur kurang dari enam jam per malam dikaitkan dengan insiden serangan jantung 20 persen lebih tinggi.
Studi ini menggunakan data dari lebih dari setengah juta orang. Sehingga menunjukkan korelasi yang kuat antara tidur kurang dan risiko jantung.
Lebih lanjut, penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports pada 7 Februari 2022 menemukan bahwa orang paruh baya yang mengalami masalah tidur, termasuk tidur kurang dari enam jam per malam, memiliki risiko penyakit jantung hampir tiga kali lipat dibanding mereka yang tidur cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas dan durasi tidur sama-sama penting untuk kesehatan jantung.
Tips Mengurangi Risiko bagi Generasi Z
Bagi Generasi Z yang cenderung begadang, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung. Pertama, tetapkan jadwal tidur konsisten dengan tidur dan bangun pada waktu sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Serta batasi layar gadget sebelum tidur karena cahaya biru menekan produksi melatonin.
Kedua, perhatikan pola makan malam hari. Hindari camilan berat tinggi lemak dan gula, pilihlah makanan sehat seperti buah atau kacang. Serta kombinasikan dengan olahraga teratur untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres pada jantung.
Terakhir, pastikan kualitas tidur tetap baik dengan menciptakan suasana kamar nyaman dan mendukung tidur nyenyak. Meskipun terdengar sederhana, konsistensi langkah-langkah ini sangat penting untuk mencegah risiko jangka panjang akibat begadang.
Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami hadirkan setiap hari, terupdate dan terpercaya khusus untuk Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jawapos.com
- Gambar Kedua dari alazharpeduli.or.id