Fenomena mengejutkan terjadi di kalangan Gen Z, di mana sebagian pelamar kerja masih datang wawancara ditemani orang tua mereka.
Sebuah survei terbaru mengungkap fenomena unik di kalangan pencari kerja muda. Hasilnya cukup mengejutkan karena menunjukkan bahwa 1 dari 5 Gen Z ternyata masih membawa orang tua saat menghadiri wawancara kerja. Temuan ini memunculkan diskusi luas mengenai tingkat kemandirian generasi muda di dunia profesional, terutama dalam menghadapi proses rekrutmen yang semakin kompetitif.
Dapatkan informasi terbaru dari BACOTAN GEN Z tentang tren digital, teknologi, hiburan, gaya hidup, dan perkembangan Gen Z terkini setiap hari hanya untuk Anda.
Survei Ungkap Tren Tak Biasa di Kalangan Gen Z
Survei yang dilakukan oleh platform ResumeTemplates pada Februari 2026 menunjukkan adanya fenomena “career co-piloting” di kalangan Gen Z. Istilah ini merujuk pada keterlibatan orang tua dalam proses pencarian kerja anak, mulai dari penyusunan CV hingga pendampingan wawancara.
Data survei menunjukkan bahwa 44 persen orang tua membantu anak mereka menyusun resume atau CV. Sementara itu, sekitar 15 persen Gen Z mengaku orang tua mereka ikut mendampingi saat wawancara kerja tatap muka.
Selain itu, 5 persen responden bahkan menyebut orang tua mereka hadir dalam wawancara kerja secara virtual. Jika digabungkan, angka tersebut setara dengan 1 dari 5 Gen Z yang masih melibatkan orang tua dalam tahap wawancara kerja.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bentuk Keterlibatan Orang Tua Dalam Proses Rekrutmen
Berdasarkan hasil survei, keterlibatan orang tua tidak hanya sebatas memberi dukungan moral. Dalam beberapa kasus, orang tua bahkan ikut aktif dalam proses rekrutmen anaknya, termasuk membantu menjawab pertanyaan wawancara.
Sekitar 31 persen responden mengaku orang tua mereka menemani langsung ke lokasi wawancara kerja. Bahkan, 26 persen mengatakan orang tua ikut masuk ke ruang wawancara bersama kandidat.
Ada pula 18 persen orang tua yang memperkenalkan diri kepada pihak perusahaan, serta 7 persen yang mengaku orang tua mereka sempat menjawab pertanyaan wawancara atas nama anaknya. Kondisi ini menunjukkan tingkat keterlibatan yang cukup tinggi dalam proses seleksi kerja.
Baca Juga: Milenial dan Gen Z Kini Lebih Pilih Cari Pengalaman Dari Pada Sekadar Liburan
Alasan Gen Z Membutuhkan Pendampingan Orang Tua
Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Banyak Gen Z mengaku merasa lebih aman dan percaya diri ketika ditemani orang tua dalam proses wawancara kerja. Tekanan dunia kerja yang tinggi menjadi salah satu faktor utama munculnya ketergantungan ini.
Selain itu, ketidakpastian pasar kerja membuat sebagian Gen Z merasa kurang siap menghadapi proses seleksi secara mandiri. Dukungan orang tua dianggap dapat membantu mengurangi rasa cemas dan meningkatkan peluang diterima kerja.
Namun, pakar menilai kondisi ini juga mencerminkan tantangan dalam hal kesiapan mental dan profesional generasi muda saat memasuki dunia kerja.
Dampak dan Tanggapan Dari Dunia Kerja
Fenomena “career co-piloting” ini menimbulkan berbagai respons dari pihak perusahaan dan praktisi HR. Sebagian menilai hal tersebut sebagai bentuk dukungan keluarga yang positif, tetapi sebagian lainnya menganggapnya sebagai tanda kurangnya kemandirian.
Para pakar karier menekankan pentingnya keseimbangan antara dukungan orang tua dan kemandirian anak. Orang tua disarankan membantu dari belakang layar, bukan terlibat langsung dalam wawancara kerja.
Menurut mereka, keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan sendiri menjadi hal penting yang harus dimiliki Gen Z agar lebih siap bersaing di dunia kerja modern.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari mediaindonesia.com