Gen Z tetap nikmati kopi favorit meski harus hidup dengan asam lambung, bagaimana mereka mengatasi rasa nikmat dan gangguan kesehatan?
Minum kopi setiap hari menjadi rutinitas, baik untuk energi maupun kenikmatan. Namun, banyak dari mereka merasakan sensasi panas atau mual akibat refluks asam lambung.
Dalam kondisi ini, sebagian BACOTAN GEN Z mencoba berbagai strategi mulai dari memilih jenis kopi tertentu hingga mengatur jadwal minum untuk tetap menikmati kopi tanpa terlalu mengganggu kesehatan.
Gen Z Dan Kopi, Gaya Hidup Yang Tak Mudah Ditinggalkan
Bagi banyak orang Indonesia, menyeruput kopi di pagi hari bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari gaya hidup. Minuman berkafein ini dipercaya bisa mengusir kantuk dan meningkatkan fokus, baik di bangku kuliah maupun di tempat kerja.
Tren minum kopi kini tidak hanya digandrungi kalangan dewasa, tetapi juga generasi muda. Meski kopi memberi dorongan energi cepat, konsumsi rutin tetap memiliki risiko kesehatan, terutama bagi pengidap asam lambung atau hipertensi.
Bagi sebagian Gen Z, kopi menjadi teman sehari-hari. Mereka menilai manfaat kafein lebih penting daripada risiko kesehatan jangka pendek, sehingga sulit melepaskan kebiasaan ini.
Pengalaman Dhanty, Kopi Dan Asam Lambung
Dhanty (26), warga Jakarta Selatan, mengaku membutuhkan satu hingga dua gelas kopi susu setiap hari agar bisa tetap fokus bekerja. Kopi adalah solusi jangka pendek untuk meningkatkan fokus, ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Sejak kuliah pada 2021, Dhanty rutin minum kopi terutama saat begadang mengerjakan tugas. Kebiasaan ini sempat berkurang setelah lulus pada 2023, namun kembali meningkat ketika memulai pekerjaan pada 2024 dengan beban tanggung jawab lebih besar.
Pada tahun yang sama, Dhanty didiagnosis memiliki asam lambung. Kombinasi kopi, telat makan, dan rutinitas padat membuat gejala kambuh beberapa kali, namun ia tetap kesulitan meninggalkan kopi setiap hari.
Baca Juga: Survei Global, 4 dari 10 Gen Z dan Milenial Stres Akibat Overwork
Strategi Mengurangi Kopi Tanpa Kehilangan Energi
Dhanty sempat mencoba membatasi konsumsi kopi, bahkan pernah mengonsumsi hingga lima gelas per hari. Ia juga mencoba kopi dengan kadar kafein lebih tinggi untuk menguji daya tahan lambungnya.
Dari pengalaman “trial and error” itu, Dhanty menyimpulkan tubuhnya hanya mampu menerima satu hingga dua gelas kopi per hari tanpa memicu rasa perih di lambung.
Pengalaman serupa dirasakan Pratiwi (29), warga Jakarta Barat, yang memiliki riwayat hipertensi. Ia tetap menikmati kopi, namun lebih sering memilih arabika atau biji kopi yang diinfus buah untuk menjaga kesehatan.
Aroma Dan Kenikmatan, Faktor Psikologis
Selain manfaat energi, aroma kopi menjadi alasan Gen Z sulit meninggalkannya. Pratiwi rutin menyetok kopi bubuk di rumah dan sesekali menikmati kopi di coffee shop, meski mempertimbangkan biaya.
Harga kopi di coffee shop berkisar Rp 25.000 hingga Rp 100.000 per cangkir, tergantung metode penyajian dan kompleksitas proses. Menurut Pratiwi, seni penyajian menjadi faktor utama harga kopi terasa lebih mahal namun tetap menarik.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar minuman, tapi bagian dari pengalaman sensori dan psikologis. Aroma, rasa, dan rutinitas minum kopi membentuk kebiasaan yang sulit dilepas oleh Gen Z.
Risiko Kesehatan Dan Batas Aman Konsumsi
Dr. Louise Kartika Indah, Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah Bintaro Jaya, menjelaskan kopi bisa memperparah asam lambung. Kopi meningkatkan sekresi asam lambung dan melonggarkan otot pembatas kerongkongan, sehingga berisiko memicu refluks.
Kopi americano tanpa gula lebih aman dibanding kopi susu, namun tetap dapat menimbulkan gejala asam lambung bagi pengidap GERD. Pengidap sebaiknya mengonsumsi kopi setelah makan dan membatasi jumlahnya.
Otoritas medis menyebut batas aman kafein bagi orang sehat dewasa adalah 400 mg per hari, setara 3–4 cangkir kopi seduh. Bagi ibu hamil, batasnya 200 mg per hari. Konsultasi dengan dokter dianjurkan bagi pengidap asam lambung atau GERD yang ingin tetap menikmati kopi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari health.kompas.com