Survei global terbaru mengungkap fakta mengejutkan 4 dari 10 Gen Z dan Milenial mengalami stres akibat overwork.
Generasi muda kini terjebak dalam tekanan kerja tinggi, jam panjang, dan tuntutan digital yang konstan, hingga sulit menemukan keseimbangan hidup. Dampaknya bukan hanya fisik dan mental, tetapi juga menurunkan produktivitas.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Gen Z dan Milenial Terperangkap Overwork, Survei Global Ungkap
Survei global terbaru menunjukkan fenomena mengkhawatirkan terkait generasi muda. Generasi Z dan Milenial ternyata semakin terjebak dalam beban kerja yang tinggi, dengan sekitar 4 dari 10 responden mengaku mengalami stres berlebihan akibat pekerjaan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi menjadi isu internasional.
Para peneliti menyoroti faktor-faktor yang memicu overwork, mulai dari tuntutan kerja yang tinggi, jam kerja yang panjang, hingga tekanan untuk selalu hadir secara digital. Generasi muda dilaporkan kesulitan menemukan keseimbangan antara pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan pribadi, sehingga rentan mengalami burnout.
Selain itu, survei ini juga menemukan adanya perbedaan signifikan antara sektor pekerjaan. Generasi muda yang bekerja di bidang teknologi, media, dan layanan pelanggan cenderung memiliki tingkat stres lebih tinggi dibanding sektor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya kerja modern menuntut fleksibilitas tinggi.
Stres dan Burnout Menghantui Generasi Muda
Akibat dari overwork, banyak Gen Z dan Milenial yang mengalami dampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental. Gejala yang muncul antara lain kelelahan kronis, gangguan tidur, kecemasan, dan bahkan depresi. Para ahli menekankan bahwa stres jangka panjang bisa menurunkan produktivitas.
Pekerja muda yang mengalami tekanan tinggi kerap melaporkan sulit memisahkan kehidupan pribadi dari pekerjaan. Banyak yang tetap mengecek email atau mengerjakan tugas di luar jam kerja, sehingga waktu istirahat menjadi sangat terbatas. Situasi ini memperburuk risiko burnout dan membuat generasi muda merasa “tidak pernah lepas dari pekerjaan”.
Tidak hanya individu, perusahaan pun merasakan dampaknya. Tingkat absensi meningkat, retensi karyawan menurun, dan kreativitas menurun karena mental yang lelah. Para pakar mengingatkan bahwa investasi dalam kesehatan mental dan program work-life balance bukan hanya bermanfaat bagi karyawan, tetapi juga untuk keberlangsungan perusahaan itu sendiri.
Baca Juga: Relation-Sipping, Tren Pacaran Simpel Yang Bikin Gen Z Nyaman Dan Bahagia
Faktor Penyebab Overwork Pada Gen Z dan Milenial
Beberapa faktor memicu fenomena overwork ini. Pertama, tekanan sosial untuk “selalu produktif” yang diperkuat oleh media sosial membuat generasi muda merasa harus selalu tampil dan berprestasi. Kedua, meningkatnya fleksibilitas kerja dengan work-from-home kadang justru membuat batasan jam.
Selain itu, budaya perusahaan yang mengagungkan jam kerja panjang tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan turut memperparah masalah ini. Banyak Gen Z dan Milenial mengaku sulit menolak pekerjaan tambahan atau proyek mendadak karena takut dianggap tidak kompeten, sehingga stres pun bertambah.
Faktor ekonomi juga berperan. Dengan meningkatnya biaya hidup dan persaingan kerja yang ketat, generasi muda merasa harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi atau mencari penghasilan tambahan.
Solusi dan Upaya Mengatasi Overwork
Para pakar menekankan pentingnya strategi untuk mengurangi overwork. Pertama, perusahaan diharapkan menyediakan kebijakan fleksibel namun terukur, seperti jam kerja yang jelas dan cuti yang bisa digunakan tanpa rasa bersalah. Kedua, program kesehatan mental.
Individu pun perlu belajar menetapkan batasan, misalnya mematikan notifikasi pekerjaan setelah jam kerja, mengatur jadwal istirahat, dan melakukan aktivitas yang menyehatkan tubuh dan pikiran. Kesadaran diri tentang tanda-tanda burnout juga penting agar langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari money.kompas.com
- Gambar Kedua dari money.kompas.com