Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa generasi muda Amerika Serikat semakin gemar melakukan perjalanan demi pengalaman kuliner.

Fenomena ini, yang dikenal dengan istilah foodcation, menunjukkan pergeseran tren traveling dari sekadar destinasi wisata ke pengalaman rasa dan budaya lokal.
Berikut ini BACOTAN GEN Z akan memberikan informasi tentang tren foodcation generasi muda di Amerika Serikat, dari kebiasaan hingga destinasi kuliner favorit.
Survei Gen Z Biaya Dikeluarkan Untuk Kuliner
Survei ini juga menyoroti besarnya komitmen waktu dan biaya yang bersedia dikeluarkan para wisatawan kuliner. Rata-rata responden menempuh perjalanan sejauh 778 kilometer (km) dan mengeluarkan sekitar 910 dolar AS (sekitar Rp 15 juta) untuk perjalanan kuliner mereka.
Namun, bagi menu yang sangat ingin dicoba, responden bersedia mengeluarkan hingga 1.929 dolar AS (sekitar Rp 32 juta), misalnya untuk mencicipi sushi di Tokyo atau kari otentik di Mumbai.
Menariknya, pengalaman kuliner dianggap bukan sesuatu yang bisa dinikmati hanya sekali kunjungan. Rata-rata responden percaya bahwa lima kali kunjungan diperlukan untuk benar-benar memahami kuliner sebuah kota, menegaskan bahwa foodcation lebih dari sekadar makan, tetapi juga memahami budaya lokal melalui makanan.
Eksplorasi Makanan Baru Meningkat Saat Traveling
Salah satu temuan menarik dari survei ini adalah keberanian wisatawan mencoba makanan baru saat bepergian. Dua pertiga responden (67 persen) mengaku lebih berani mencoba kuliner baru saat traveling, dan angka ini lebih tinggi pada generasi muda 76 persen Gen Z dan 78 persen milenial menjadi lebih eksploratif dibandingkan 67 persen Gen X dan 59 persen baby boomer.
Chief Marketing Officer Visit Anaheim menekankan, “Merencanakan pengalaman kuliner bisa sama penting dan menyenangkan dengan merencanakan destinasi wisata.” Perjalanan kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman budaya yang autentik dan memperluas wawasan rasa.
Baca Juga: Gen Z Anggap Tes SIM Overkill, Tapi Standar Ketat Tetap Penting
Perencanaan Foodcation Riset Kuliner Sebelum Berangkat

Sebagian besar wisatawan melakukan riset mendalam sebelum melakukan perjalanan kuliner, dengan rata-rata waktu yang dihabiskan mencapai 2,5 jam. Dalam prosesnya, mereka membaca tiga artikel, menonton tujuh video, berdiskusi dengan tiga teman, dan mengunjungi empat situs kuliner untuk mendapatkan rekomendasi dan informasi.
Selain itu, preferensi tempat makan juga terungkap. Sebanyak 41 persen responden lebih menyukai restoran kecil atau lokal, dibanding restoran besar ternama yang hanya 14 persen. Sementara itu, 45 persen lainnya menyukai kombinasi antara restoran besar dan kecil. Temuan ini menegaskan bahwa wisata kuliner modern tidak hanya tentang makan, tetapi juga pengalaman lokal yang unik dan autentik.
Destinasi Kuliner Favorit Wisatawan AS
Survei ini juga mengungkapkan destinasi kuliner yang paling diidamkan wisatawan Amerika. Di posisi teratas adalah Philadelphia, Pennsylvania, terkenal dengan Philly cheesesteak. Disusul New York City, yang menawarkan pizza khas New York, dan Missouri-Kansas, sebagai tujuan utama Kansas City BBQ.
Menurut Oklin dari Visit Anaheim, perjalanan berbasis kuliner menjadi cara terbaik untuk memahami budaya lokal. Ia mencontohkan Anaheim dan Garden Grove, yang menawarkan beragam pilihan mulai dari restoran besar. Hingga street food, seperti pho di Little Saigon atau churros di Disneyland Resort. Tren foodcation ini menunjukkan bagaimana wisata kuliner kini menjadi pengalaman yang holistik, memadukan rasa, budaya, dan petualangan.
Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami hadirkan setiap hari, terupdate dan terpercaya khusus untuk Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kumparan.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com