Perkembangan kecerdasan (AI) membuat sebagian generasi Z mulai mempertimbangkan ulang pendidikan, banyak Gen Z menilai pekerjaan berbasis.
Tren pendidikan kini mulai bergeser seiring perubahan pandangan generasi muda terhadap kuliah. Survei Gallup menunjukkan hampir seperempat warga Amerika tidak lagi percaya atau memilih tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Temukan informasi menarik paling terviral di BACOTAN GEN Z.
Biaya Mahal, Manfaat Kuliah Dipertanyakan
Banyak generasi muda mulai kehilangan kepercayaan terhadap pendidikan tinggi karena merasa universitas tidak memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Kurikulum dinilai terlalu teoritis, sementara tuntutan industri menekankan kemampuan praktis dan siap pakai. Ketidaksesuaian ini membuat sebagian calon mahasiswa meragukan apakah investasi waktu dan biaya kuliah sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh setelah lulus.
Keraguan tersebut semakin kuat seiring melonjaknya biaya pendidikan. Data menunjukkan bahwa biaya rata-rata kuliah untuk program sarjana empat tahun di universitas negeri Amerika telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir setelah disesuaikan dengan inflasi.
Kenaikan signifikan ini menjadi beban besar, terutama bagi keluarga kelas menengah dan bawah, serta memicu kekhawatiran akan utang pendidikan jangka panjang. Kondisi inilah yang mendorong banyak generasi muda mencari alternatif lain, seperti pendidikan vokasi, kursus keterampilan, atau langsung terjun ke dunia kerja yang dinilai lebih realistis dan terjangkau.
AI Persempit Peluang Kerja Lulusan Baru
Meski kecerdasan buatan (AI) membuka peluang kerja baru, seperti insinyur perangkat lunak dan spesialis teknologi yang mendukung penerapannya di perusahaan. Dampaknya tidak selalu positif bagi semua pencari kerja.
Bagi lulusan baru, khususnya di sektor profesional, kehadiran AI justru menjadi tantangan tersendiri. Banyak tugas tingkat pemula kini dapat dikerjakan secara otomatis, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja junior semakin berkurang.
Hal ini diperkuat oleh studi terbaru dari Stanford, Harvard, dan King’s College London yang menemukan bahwa perusahaan di Amerika dan Inggris yang mengadopsi AI generatif cenderung merekrut lebih sedikit pekerja profesional junior.
AI dinilai mampu menggantikan pekerjaan dasar yang biasanya menjadi pintu masuk bagi lulusan baru untuk membangun pengalaman kerja. Kondisi tersebut membuat persaingan semakin ketat dan mendorong generasi muda untuk mempertimbangkan jalur karier alternatif. Termasuk pekerjaan berbasis keterampilan praktis yang dinilai lebih tahan terhadap otomatisasi.
Baca Juga: KKB Papua Didominasi Gen Z, Kekejaman Disebut Kian Brutal
Lulusan Kuliah Tertekan, Pekerjaan Manual Meningkat
Data menunjukkan lulusan universitas muda di Amerika menghadapi tantangan besar, dengan pengangguran usia 20–24 tahun bergelar sarjana mencapai 6,8%. Hanya sedikit lebih rendah dari lulusan SMA 8,6%, menandakan gelar kuliah tak lagi menjamin pekerjaan awal karier.
Lebih jauh, masalah tidak berhenti pada pengangguran. Dari lulusan universitas yang berhasil bekerja. Lebih dari setengahnya harus menerima pekerjaan di bawah standar yakni pekerjaan yang sebenarnya tidak memerlukan gelar empat tahun dalam satu tahun setelah lulus.
Situasi tersebut mendorong pergeseran minat generasi muda ke pekerjaan manual berbasis keterampilan. Profesi yang mengandalkan keahlian praktis dinilai lebih stabil, memiliki permintaan tinggi, dan relatif lebih aman dari otomatisasi.
Profesi Tukang Naik Daun di Kalangan Anak Muda
Pekerjaan berbasis keterampilan manual kini semakin diminati generasi muda, seiring perubahan persepsi terhadap dunia kerja. Di media sosial seperti Instagram dan TikTok, banyak tukang ledeng dan tukang listrik muda membagikan aktivitas kerja harian mereka.
Konten tersebut kerap meraih puluhan ribu tayangan dan komentar positif, mencerminkan meningkatnya apresiasi publik terhadap profesi keterampilan yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
Tren ini juga tercermin dalam data survei dan pendidikan. Survei American Staffing Association pada Juni lalu menunjukkan bahwa sepertiga orang dewasa lebih menyarankan lulusan sekolah menengah untuk menempuh pendidikan kejuruan atau perdagangan dibandingkan langsung kuliah di universitas.
Pantau selalu berita terkini yang akurat hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari CNBC Indonesia
- Gambar Kedua dari Konstruksi Media