Ryan Gosling jadi simbol maskulinitas baru, bikin Gen Z & Gen Alpha kagum dan terinspirasi dengan pesonanya yang memikat.
Ryan Gosling bukan sekadar aktor Hollywood, tapi kini menjadi ikon maskulinitas yang diidolakan Gen Z dan Gen Alpha. Pesonanya memikat dan gaya hidupnya jadi panutan baru, membuat banyak generasi muda BACOTAN GEN Z menilai ulang definisi pria ideal masa kini.
Ryan Gosling: Wajah Baru Maskulinitas Modern
Selama bertahun-tahun, sosok pria di layar lebar sering digambarkan sebagai pahlawan super yang kuat atau karakter dominan ala “alpha male”. Namun, tren maskulinitas kini mengalami pergeseran, khususnya di mata Gen Z dan Gen Alpha, dengan Ryan Gosling sebagai ikon utama.
Fenomena ini populer di kalangan netizen lewat istilah “He Is Me” (Dia adalah Saya), di mana karakter Gosling menciptakan tren “maskulinitas tenang namun rapuh”. Melalui peran-perannya, generasi muda mulai menilai bahwa pria yang sensitif dan reflektif sama menariknya dengan sosok macho tradisional.
Studi UCLA yang dilaporkan ScreenRant pada 27 Februari menunjukkan bahwa definisi maskulinitas di hiburan sedang berubah. Responden generasi muda mencari sosok pria yang mampu menunjukkan emosi, menjalin koneksi, dan memiliki kesadaran diri, bukan sekadar fisik atau kekuasaan.
Maskulinitas Yang Terhubung Dengan Emosi
Hasil survei terhadap 1.500 anak muda berusia 10-24 tahun menyoroti kecenderungan kuat mereka terhadap pria yang berperan aktif secara emosional. Sekitar 60% responden menginginkan karakter ayah yang hangat, peduli, dan bersedia membantu orang lain di sekitar mereka.
Preferensi ini menunjukkan bahwa generasi baru menginginkan representasi pria yang bisa merawat dan tidak takut menunjukkan sisi lembut. Hal ini berbanding terbalik dengan stereotype maskulinitas lama yang menekankan dominasi dan ketangguhan ekstrem.
Ryan Gosling hadir sebagai figur yang memadukan ketenangan, empati, dan kekuatan diam. Karakter-karakternya memberi pesan bahwa pria dapat kuat tanpa harus menekan emosi atau menonjolkan otoritas.
Baca Juga: Gen Z Bangkalan Serbu E-Commerce Beli Bawang, Diskon Gede Jadi Magnet!
Karakter Ikonik Gosling Di Layar
Film-film seperti Drive, Blade Runner 2049, dan The Gray Man menampilkan Gosling sebagai pria yang pendiam, reflektif, dan emosinya tersimpan dalam diam. Dialog minim bukan berarti kosong, melainkan memberi ruang bagi penonton memahami konflik batin karakter.
Puncak fenomena ini terlihat di film Barbie, saat Gosling memerankan Ken yang mengubah perspektif maskulinitas tradisional. Ken belajar bahwa harga diri tidak bergantung pada kekuasaan atau validasi eksternal, melainkan pada penerimaan diri dan empati terhadap orang lain.
Peran ini mendorong penggemar muda memahami konsep maskulinitas yang lebih luas dan inklusif. Karakter Gosling dianggap sukses membuktikan bahwa pria bisa tetap menarik sambil menunjukkan kerentanan dan kelembutan.
“Kenergy”: Bahasa Baru Maskulinitas
Istilah “Kenergy” muncul sebagai representasi maskulinitas modern: percaya diri, suportif, dan tidak terancam kesuksesan wanita. Fenomena ini menjadi antitesis dari maskulinitas toksik yang menekankan dominasi, agresivitas, dan penolakan terhadap emosi.
Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi platform penting untuk menyebarkan tren ini. Meme “Literally Me” menggunakan cuplikan film Gosling untuk mengekspresikan kesedihan, kegagalan, dan kerentanan tanpa takut kehilangan sisi maskulin.
Dengan cara ini, Gosling memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri secara autentik. Pria muda sekarang merasa aman untuk menampilkan sisi sensitif, kreatif, dan peduli tanpa stigma negatif.
Dampak terhadap Representasi Pria Di Hollywood
Perubahan preferensi ini berpotensi merombak cara Hollywood menulis karakter pria utama. Penonton kini tidak hanya mencari pahlawan super yang menyelamatkan dunia, tetapi figur yang mencerminkan perjuangan mental mereka sehari-hari.
Ryan Gosling menjadi simbol evolusi maskulinitas abad ke-21: pahlawan bagi mereka yang merasa tak terlihat, sekaligus panutan bagi pria yang ingin jujur terhadap emosi mereka. Ia membuktikan bahwa ketangguhan sejati bukan hanya soal fisik, tetapi juga keberanian menunjukkan empati, kelembutan, dan refleksi diri.
Generasi Z dan Gen Alpha melihat Gosling sebagai ikon maskulinitas modern yang realistis, memadukan kekuatan dengan kepekaan. Fenomena ini menegaskan bahwa maskulinitas bukan lagi tentang dominasi, melainkan keseimbangan antara percaya diri dan keterbukaan emosional.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari sulteng.pikiran-rakyat.com