Mahasiswa Gen Z Universitas Muhammadiyah Malang mendirikan apotek 24 jam di tengah padatnya jadwal perkuliahan mereka.
Di tengah padatnya perkuliahan, mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022, Melani Rahmabutri, membuat gebrakan. Ia mendirikan apotek 24 jam, langkah berani yang jarang dilakukan mahasiswa lain. Kisah inspiratif ini menunjukkan dunia akademik dan bisnis bisa berjalan beriringan dengan tekad kuat.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Kisah Inspiratif Melani, Bisnis di Sela Kuliah
Melani Rahmabutri, seorang mahasiswa semester tujuh, menunjukkan kegigihannya dalam membagi waktu antara kuliah, praktikum, dan mengelola bisnis. Baginya, keduanya bukan penghalang, melainkan justru saling melengkapi. Keterampilan manajemen waktu dan prioritas menjadi kunci utama kesuksesannya dalam menjalani dua peran sekaligus.
Apotek yang mulai beroperasi sejak September 2025 ini mengusung konsep pelayanan komprehensif dan humanis. Tidak hanya menjual obat, apotek ini juga aktif mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. Pendekatan ini menunjukkan kepedulian Melani terhadap masyarakat sekitar, sejalan dengan visi bisnis yang berorientasi sosial.
Ketertarikan Melani pada dunia farmasi sudah tumbuh sejak bangku sekolah, bahkan ia merupakan lulusan SMK Farmasi. Latar belakang pendidikan yang kuat ini menjadi fondasi baginya untuk berani membuka apotek di usia muda. Ini membuktikan bahwa passion yang konsisten dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan yang diimpikan.
Profesionalisme Dan Pelayanan Komprehensif
Dalam mengelola apotek, Melani berperan sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA). Untuk memastikan standar profesionalisme dan regulasi terpenuhi, ia mempercayakan tanggung jawab kefarmasian kepada dua apoteker resmi. Pembagian peran ini menjamin bahwa seluruh layanan apotek berjalan sesuai standar profesi dan hukum yang berlaku.
Apotek ini sangat mengedepankan konsultasi sebelum pemberian obat kepada pasien. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan pengobatan (medication error) dan memastikan pasien mendapatkan informasi yang lengkap. Pasien akan ditanya mengenai kondisi, riwayat obat, cara penggunaan, dan penyimpanan obat dengan detail dan akurat.
Melani dan timnya juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial, seperti cek kesehatan gratis di berbagai acara warga. Layanan cek gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah ini menjadi bagian dari edukasi kesehatan. Kegiatan ini memperkuat citra apotek sebagai entitas yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Gen Z Dominasi Rumah Subsidi, BTN Catat 64% Pembeli
Pemanfaatan Teknologi Dan Pemberdayaan Gen Z
Sebagai mahasiswa Gen Z, Melani sangat memahami potensi teknologi digital. Apoteknya aktif memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk edukasi kesehatan dan promosi. Pendekatan ini sangat efektif untuk menjangkau audiens muda dan menyebarkan informasi kesehatan secara luas dan modern.
Untuk memudahkan pelanggan, apotek ini menyediakan layanan pemesanan obat daring yang terhubung langsung ke WhatsApp. Lebih menarik lagi, mereka menawarkan fasilitas antar obat gratis bagi pelanggan dalam radius dua kilometer. Inovasi ini menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan akses layanan kesehatan di era digital.
Melani juga memberdayakan anak muda dari kalangan Gen Z sebagai pegawainya. Selain memiliki latar belakang farmasi, para pegawai ini dilibatkan dalam pembuatan konten edukasi untuk strategi branding. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan pengembangan potensi generasi muda dalam menjalankan bisnis yang modern dan relevan.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Melalui pengalamannya, Melani berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani memulai langkah, meskipun di tengah kesibukan kuliah. Ia meyakini bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah seharusnya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tidak hanya sekadar teori belaka.
“Jangan takut memulai,” pungkas Melani, menyerukan semangat kewirausahaan. Pesan ini relevan bagi siapa pun yang memiliki ide dan semangat untuk berkarya, namun masih ragu untuk memulai. Keberanian Melani membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menciptakan dampak positif dan mewujudkan impian besar.
Kisah Melani adalah bukti nyata bahwa semangat Gen Z untuk berinovasi dan berkontribusi sangatlah besar. Dengan memadukan pendidikan, bisnis, dan kepedulian sosial, ia telah menciptakan model kewirausahaan yang inspiratif dan relevan. Ini menjadi dorongan bagi generasi muda untuk tidak takut mengambil risiko dan berani menciptakan perubahan.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari umm.ac.id
- Gambar Kedua dari firstmedia.com