Ibu Kota Nusantara atau IKN semakin menunjukkan wajah demografi yang unik dan berbeda dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk yang tinggal di kawasan IKN telah mencapai 147.427 jiwa. Dari jumlah tersebut, Generasi Z menjadi kelompok usia yang paling dominan.
Fakta ini memperlihatkan bahwa IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menarik bagi generasi muda.
Dominasi Generasi Z di IKN mencerminkan arah pembangunan yang memang menyasar kaum muda sebagai motor penggerak masa depan. Generasi yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an ini dikenal adaptif terhadap teknologi, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki mobilitas tinggi. Kehadiran mereka di IKN menjadi indikator bahwa kota baru ini mulai berkembang sebagai magnet demografi yang kuat.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Daya Tarik IKN Bagi Generasi Z
IKN menawarkan konsep kota masa depan yang sejalan dengan karakter Generasi Z. Pembangunan yang mengedepankan teknologi digital, konsep kota hijau, serta perencanaan berbasis keberlanjutan menjadi daya tarik utama.
Generasi Z cenderung memilih lingkungan yang mendukung gaya hidup modern, ramah lingkungan, dan memiliki konektivitas tinggi, yang semuanya menjadi bagian dari visi besar pembangunan IKN.
Selain itu, peluang kerja dan usaha di IKN masih terbuka luas. Banyak sektor baru tumbuh seiring pembangunan, mulai dari konstruksi, jasa, teknologi, hingga ekonomi kreatif.
Generasi Z yang dikenal berani mengambil risiko dan mencoba hal baru melihat IKN sebagai ruang eksperimentasi dan inovasi. Tidak sedikit anak muda yang datang ke IKN dengan semangat membangun karier dari nol di kota yang sedang bertumbuh.
Data BPS Dan Gambaran Kependudukan IKN
BPS mencatat pertumbuhan penduduk di IKN terjadi seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan pemindahan aktivitas pemerintahan. Angka 147.427 penduduk mencakup aparatur sipil negara, pekerja konstruksi, pelaku usaha, serta masyarakat yang memilih menetap di kawasan penyangga IKN. Dalam komposisi usia, Generasi Z tercatat sebagai kelompok terbanyak, melampaui generasi milenial maupun generasi yang lebih tua.
Struktur penduduk yang relatif muda ini memberikan gambaran bahwa IKN berkembang bukan hanya sebagai pusat administratif, tetapi juga sebagai kota hunian dan aktivitas ekonomi.
Banyak generasi muda melihat IKN sebagai ruang baru untuk berkarier, membangun usaha, dan mendapatkan peluang yang mungkin lebih terbuka dibandingkan kota-kota lama yang sudah padat. Kondisi ini membuat IKN memiliki potensi bonus demografi yang signifikan.
Baca Juga: Milenial & Gen Z Rentan Burnout? Psikolog Bongkar Faktanya