Namun, di balik kenikmatan secangkir kopi kekinian, tersimpan sebuah peringatan penting dari para praktisi kesehatan. Kebiasaan ngopi ini disebut-sebut memiliki andil terhadap tingginya kasus anemia, khususnya di kalangan generasi Z. Fenomena ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan dan produktivitas.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Kopi dan Hambatan Penyerapan Zat Besi, Apa Kata Dokter?
Menurut dr. Rovy Pratama, seorang praktisi kesehatan, anemia seringkali disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi karena asupan zat besi yang memang kurang, atau yang lebih sering tidak disadari, karena terhambatnya penyerapan zat besi tersebut oleh tubuh. Kebiasaan sehari-hari ternyata punya peran besar.
Dr. Rovy menyoroti fenomena ngopi yang sangat populer di kalangan anak muda sebagai salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi. Ia menekankan bahwa meskipun asupan makanan seseorang sudah cukup mengandung zat besi, kopi dapat menghambat proses penyerapannya secara signifikan. Hal ini berarti nutrisi penting tersebut tidak dapat dimanfaatkan optimal oleh tubuh.
“Jadi makannya cukup gitu ya. Tapi nggak diserap,” tegas dr. Rovy, menggambarkan bagaimana kopi bisa menjadi penghalang. Ini menjadi perhatian khusus karena banyak anak muda yang seringkali mengonsumsi kopi bersamaan dengan waktu makan, sehingga efek penghambatannya menjadi lebih terasa.
Gaya Hidup Ekstrem dan Risiko Pendarahan Tersembunyi
Selain masalah penyerapan zat besi, dr. Rovy juga menyinggung faktor lain yang dapat memicu anemia, yaitu kehilangan darah yang tidak disadari atau dikenal sebagai occult bleeding. Ironisnya, gaya hidup yang serba ekstrem di kalangan anak muda kembali disebut sebagai pemicunya.
Makanan pedas berlebihan, seperti “seblak mercon” dengan level kepedasan tinggi, bisa menjadi biang keladi. Konsumsi makanan pedas yang intens dan berkelanjutan dapat menyebabkan perlukaan pada lambung, yang kemudian mengakibatkan pendarahan kecil secara terus-menerus tanpa disadari.
“Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” jelas dr. Rovy. Pendarahan tersembunyi ini, jika terjadi dalam jangka panjang, secara perlahan dapat menguras cadangan darah dan memicu anemia.
Baca Juga: Waspada Gen Z Jangan Sampai PayLater Hancurkan Keuanganmu, Simak 5 Tips Penting Ini!
Mengapa Perempuan Muda Lebih Rentan Anemia?
Dari berbagai faktor risiko anemia, perempuan, khususnya usia muda, disebut menjadi kelompok yang paling rentan mengalaminya. Ada kombinasi beberapa faktor yang membuat mereka memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Faktor biologis utama adalah menstruasi, di mana perempuan secara periodik kehilangan sel-sel darah setiap bulannya. Kehilangan darah ini, jika tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup dan penyerapan yang optimal, akan sangat mudah memicu anemia.
Lebih lanjut, dr. Rovy juga mengaitkan hal ini dengan tren gaya hidup. Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda, katanya, menunjukkan bahwa kebiasaan ngopi yang dapat menghambat penyerapan zat besi lebih banyak terjadi pada kelompok yang memang sudah rentan.
Waspada Dan Ubah Kebiasaan Demi Kesehatan
Peringatan dari dr. Rovy ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda, terutama mereka yang gemar mengonsumsi kopi. Penting untuk mulai menyadari dampak kebiasaan minum kopi terhadap kesehatan, khususnya terkait risiko anemia.
Mengubah kebiasaan bisa dimulai dengan mengatur waktu konsumsi kopi agar tidak bersamaan dengan waktu makan, atau mengurangi frekuensinya. Memastikan asupan makanan kaya zat besi juga harus menjadi prioritas utama.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara gaya hidup dan kesehatan, diharapkan generasi muda dapat membuat pilihan yang lebih bijak. Kesehatan adalah investasi jangka panjang, dan mencegah anemia jauh lebih baik daripada mengobatinya.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari health.detik.com
- Gambar Kedua dari alodokter.com