Generasi Z mulai meninggalkan kebiasaan scroll di ponsel dan beralih ke lari demi kesehatan dan pertemanan nyata.

Generasi Z yang sebelumnya dikenal dekat dengan doomscrolling kini menunjukkan perubahan signifikan. Laporan “Strava Year In Sport Trend 2025” mengungkap bahwa mereka mulai meninggalkan layar ponsel dan beralih ke aktivitas fisik sebagai upaya mencari koneksi sosial yang lebih autentik, kesehatan mental lebih baik, dan pengembangan diri yang lebih holistik.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Revolusi Gen Z, Dari Layar ke Aksi Nyata
Pergeseran perilaku Gen Z kini menjadi sorotan utama, menjauhi kebiasaan doomscrolling yang sebelumnya melekat kuat. Laporan Strava yang dirilis awal Desember 2025 menunjukkan perubahan drastis kaum muda global beralih dari menatap layar tanpa henti ke berbagai aktivitas fisik. Ini menandakan sebuah revolusi kecil dalam gaya hidup generasi digital.
Doomscrolling, sebuah istilah untuk kebiasaan mengonsumsi konten media sosial, khususnya yang negatif, kini mulai ditinggalkan. Generasi Z menemukan bahwa menghabiskan waktu di dunia maya tidak lagi memberikan kepuasan yang mereka cari. Pencarian akan pengalaman yang lebih bermakna mendorong mereka untuk mencari alternatif yang lebih positif dan bermanfaat.
Perubahan ini didasari oleh miliaran data aktivitas pengguna Strava dari 185 negara serta survei terhadap lebih dari 30.000 responden. Hasilnya konsisten olahraga menjadi pilihan utama Gen Z untuk koneksi sosial, meningkatkan kesehatan mental, dan membentuk tubuh ideal. Ini adalah indikasi kuat bahwa prioritas generasi muda telah bergeser secara fundamental.
Olahraga Bukan Sekadar Latihan Tapi Gaya Hidup
Strava menemukan bahwa sepanjang tahun 2025, Gen Z semakin aktif dalam berbagai bentuk olahraga. Mereka semakin sering berlari, mengikuti kompetisi, dan bergabung dengan klub olahraga, menciptakan komunitas aktif yang solid. Latihan angkat beban juga naik daun, dipilih sebagai sarana meningkatkan kepercayaan diri dan kesehatan jangka panjang.
CEO Strava, Michael Martin, menyebut perubahan ini sebagai tren global besar. Ia mengatakan lebih dari separuh Gen Z berencana lebih sering memakai aplikasi olahraga seperti Strava pada 2026, sementara penggunaan Instagram dan TikTok mulai stagnan atau menurun, menandakan pergeseran menuju pengalaman nyata.
Data Strava mengindikasikan bahwa rata-rata pengguna menghabiskan satu jam untuk berolahraga dibandingkan dengan hanya dua menit menggunakan aplikasi. Angka ini adalah indikator kuat bahwa olahraga bukan lagi sekadar kegiatan sampingan. Bagi Gen Z, aktivitas fisik telah menjadi prioritas utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Lindungi Masa Depan Finansial, Rekomendasi Asuransi Untuk Gen Z
Investasi Kebugaran, Prioritas Baru Yang Mengalahkan Kencan

Meskipun 65% Gen Z terdampak oleh inflasi global, mereka tetap gigih menginvestasikan uang untuk gaya hidup aktif. Sekitar 30% dari mereka bahkan berencana untuk menambah anggaran kebugaran di tahun 2026. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kesehatan dan kebugaran, bahkan di tengah tantangan ekonomi.
Menariknya, Gen Z 63% lebih cenderung menganggap perangkat wearable sebagai investasi terbesar dibandingkan Gen X. Mereka mengutamakan teknologi yang mendukung gaya hidup sehat mereka. Bahkan, 64% Gen Z lebih memilih membeli perlengkapan olahraga daripada pergi berkencan, menandakan pergeseran nilai yang mencolok.
Olahraga juga menjadi sarana vital bagi Gen Z untuk bersosialisasi dan mencari pasangan. Sekitar 39% dari mereka menggunakan olahraga sebagai cara untuk bertemu orang baru dengan minat yang sama. Hal ini menegaskan bahwa olahraga kini menjadi bagian penting dari identitas sosial dan emosional, melampaui sekadar aktivitas fisik.
Komunitas Nyata Dan Liburan Aktif, Tren Masa Depan
Salah satu temuan paling menarik adalah migrasi besar-besaran Gen Z dari komunitas online ke aktivitas offline. Jumlah klub baru di Strava melonjak hampir empat kali lipat menjadi satu juta, didominasi oleh klub hiking dan lari. Ini membuktikan bahwa interaksi langsung dan pengalaman bersama kini lebih diminati daripada interaksi virtual semata.
Aktivitas klub juga meningkat 1,5 kali sepanjang tahun 2025, menjadi bukti nyata bahwa pertemuan tatap muka semakin dihargai. Gen Z mencari koneksi yang lebih dalam dan pengalaman yang lebih imersif, yang tidak bisa ditemukan di dunia digital. Komunitas fisik menjadi wadah penting bagi mereka untuk berkembang.
Selain itu, tren perjalanan aktif juga meningkat, dengan Gen Z memilih berlibur sambil berolahraga daripada bermalas-malasan. Filosofi “lari, berjemur, dan ngemil” menjadi populer di kalangan mereka. Ini adalah redefinisi makna relaksasi, di mana liburan tidak hanya berarti istirahat pasif, tetapi juga kesempatan untuk tetap aktif dan menjelajahi.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari sumeks.disway.id
- Gambar Kedua dari radartv.disway.id