Gabut, mager, hingga kepo ternyata bukan sekadar bahasa gaul karena tujuh kata populer ini kini sudah tercatat dalam KBBI.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi salah satu rujukan utama untuk mengetahui bentuk kata dalam bahasa Indonesia. Banyak orang menggunakannya untuk mencari arti sebuah kata, melihat bentuk baku, hingga memahami penggunaan istilah yang berkembang di tengah masyarakat.
Menariknya, bahasa terus berubah mengikuti kebiasaan penuturnya. Kata yang awalnya hanya muncul dalam percakapan sehari-hari atau media sosial bisa berkembang menjadi istilah yang dikenal luas. Karena itu, KBBI terus diperbarui agar dapat mengikuti perkembangan bahasa Indonesia.
Tujuh Kata Populer Gen Z yang Kini Ada di KBBI
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan tujuh kata yang sudah resmi masuk KBBI. Sebagian besar istilah tersebut sebenarnya sudah sangat akrab dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.
Pertama ada gabut, yang merupakan akronim dari gaji buta. Istilah ini juga merujuk pada kondisi ketika seseorang tidak memiliki kegiatan atau pekerjaan sehingga merasa bosan.
Kemudian ada mager, singkatan dari malas bergerak. Orang biasanya memakai kata ini ketika sedang tidak bersemangat atau enggan melakukan suatu aktivitas.
Julid berarti iri atau gemar memberikan komentar negatif, termasuk komentar di media sosial yang bertujuan menyudutkan seseorang. Sementara itu, baper berarti terbawa perasaan dan sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu sensitif dalam menanggapi sesuatu.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dari Lebai hingga Kepo, Maknanya Sudah Tercatat
Kata lebai juga masuk dalam daftar tersebut. Istilah ini menggambarkan tindakan atau ekspresi yang berlebihan. Contohnya, seseorang dapat disebut lebai ketika menunjukkan reaksi yang dianggap terlalu dramatis terhadap suatu keadaan.
Selanjutnya ada cuan yang berarti keuntungan atau laba. Kata ini sering muncul dalam percakapan mengenai bisnis, pekerjaan, maupun aktivitas yang berkaitan dengan penghasilan.
Sedangkan kepo berarti rasa ingin tahu yang berlebihan, terutama terhadap kepentingan atau urusan orang lain. Kata ini sudah lama menjadi bagian dari percakapan informal dan kini memiliki tempat dalam KBBI.
Baca Juga:Â Radio 90-an Hadir di Melawai, Nostalgia Jadul yang Kini Dilirik Gen Z
Kenapa Kata Gaul Bisa Masuk ke Dalam KBBI?
Masuknya sebuah kata ke KBBI tentu tidak hanya berdasarkan seberapa sering orang mengucapkannya. Ada sejumlah pertimbangan yang harus terpenuhi sebelum sebuah istilah masuk sebagai entri.
Salah satunya adalah kata tersebut harus enak didengar atau eufonik, unik, tidak memiliki konotasi negatif, serta sering digunakan masyarakat. Penggunaan yang luas menjadi salah satu pertimbangan penting karena KBBI perlu mencatat perkembangan bahasa yang benar-benar hidup di tengah penuturnya.
Kata baru juga dapat berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Namun, istilah tersebut perlu memiliki fungsi yang jelas, terutama ketika mampu mengisi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia dan tetap sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Begini Proses Sebuah Kata Bisa Masuk KBBI
Perjalanan sebuah kata hingga tercatat dalam KBBI berlangsung melalui beberapa tahapan. Masyarakat dapat ikut mengusulkan kata baru melalui fitur usulan yang tersedia pada KBBI.
Setelah usulan masuk, editor KBBI akan memeriksa dan menyuntingnya. Jika terdapat bagian yang perlu diperbaiki, usulan dapat kembali kepada pengusul sebelum melanjutkan proses berikutnya.
Setelah tahap penyuntingan selesai, usulan masuk ke redaktur. Pada tahap ini, tim akan memeriksa kembali berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh kata tersebut.
Masuk KBBI Bukan Berarti Semua Kata Menjadi Baku
Hal yang perlu dipahami, tercatatnya sebuah kata dalam KBBI tidak otomatis membuat semua penggunaannya menjadi bentuk baku dalam setiap konteks. KBBI juga memuat beragam kata yang memiliki fungsi dan konteks penggunaan berbeda.
Perkembangan tujuh kata seperti gabut, mager, julid, baper, lebai, cuan, dan kepo menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus bergerak mengikuti masyarakat. Kata yang awalnya populer melalui percakapan informal bisa mendapat tempat dalam kamus setelah memenuhi sejumlah kriteria.
Proses terakhir adalah validasi. Jika redaktur menyetujui usulan, kata tersebut masuk ke tahap validasi sebelum akhirnya disahkan dan dimasukkan dalam daftar entri yang akan diperbarui pada periode berikutnya. Dengan proses bertahap tersebut, pembaruan KBBI tetap mengikuti perkembangan bahasa sekaligus menjaga ketepatan maknanya.