Studi Mazda ungkap 69 persen Gen Z lebih memilih membeli mobil dibandingkan rumah, dengan keselamatan dan teknologi menjadi pertimbangan utama.
Temuan ini tentu menarik perhatian karena rumah selama ini sering dianggap sebagai salah satu tujuan finansial utama. Namun, hasil survei Mazda memperlihatkan bahwa kendaraan pribadi punya daya tarik tersendiri bagi generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012.
Survei tersebut memang tidak menjelaskan secara rinci apakah seluruh responden sudah memiliki rumah atau mobil. Kondisi tersebut penting karena kepemilikan barang sebelumnya bisa memengaruhi pilihan seseorang ketika menentukan pembelian berikutnya. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
69 Persen Gen Z Lebih Pili h Mobil
Menurut survei internal Mazda yang dikutip dari laman resmi Mazda Amerika, sebanyak 69 persen responden Gen Z menyatakan lebih memilih membeli mobil daripada rumah. Angka ini menjadi salah satu temuan utama dalam studi yang membahas minat generasi muda terhadap kendaraan pribadi.
Pilihan tersebut cukup menarik jika melihat posisi mobil dalam kebutuhan hidup. Rumah biasanya memiliki fungsi yang lebih mendasar sebagai tempat tinggal, sedangkan mobil masuk dalam kategori kebutuhan tersier. Meski begitu, hasil survei menunjukkan kendaraan tetap punya tempat penting dalam pertimbangan Gen Z.
Mazda melihat kecenderungan tersebut sebagai gambaran perubahan cara generasi muda memandang kendaraan. Mobil tidak sekadar menjadi alat transportasi, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, teknologi, keselamatan, dan pengalaman selama berkendara.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Keselamatan Jadi Pertimbangan Utama
Ketika ditanya mengenai alasan memilih mobil baru, fitur keselamatan menempati posisi teratas. Sebanyak 94 persen responden memasukkan aspek tersebut sebagai pertimbangan utama sebelum membeli kendaraan.
Teknologi dalam mobil berada di posisi berikutnya dengan angka 93 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya memperhatikan bentuk atau tampilan kendaraan. Mereka juga mempertimbangkan fitur yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Jennifer Morrison, Direktur Keselamatan Kendaraan di Mazda, mengatakan preferensi tersebut membuat produsen perlu menghadirkan kendaraan yang menggabungkan sistem keselamatan canggih dengan teknologi yang mudah digunakan.
Baca Juga: Radio 90-an Hadir di Melawai, Nostalgia Jadul yang Kini Dilirik Gen Z
Sistem Audio Premium Ikut Jadi Daya Tarik
Hal lain yang cukup mengejutkan muncul dari pilihan ketiga. Sebanyak 82 persen responden menyebut sistem audio premium sebagai salah satu alasan ketika memilih mobil baru.
Mazda mengaku tidak memperkirakan fitur tersebut mendapat perhatian sebesar itu. Bagi sebagian besar responden, kualitas audio bahkan berkaitan dengan penilaian mereka terhadap kualitas kendaraan secara keseluruhan.
Sebanyak 85 persen responden menyatakan sistem audio yang baik dapat mencerminkan kualitas mobil. Artinya, pengalaman di dalam kabin ikut memengaruhi kesan Gen Z terhadap sebuah kendaraan.
Cara Gen Z Melihat Mobil Mulai Berubah
Temuan survei Mazda memperlihatkan bahwa Gen Z memiliki sejumlah pertimbangan yang berbeda ketika melihat kendaraan. Keselamatan dan teknologi menjadi perhatian besar, sementara kenyamanan selama berada di dalam kabin juga ikut mendapat tempat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mobil bagi generasi muda tidak selalu hanya berkaitan dengan kebutuhan berpindah tempat. Kendaraan juga bisa menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama ketika teknologi dan fitur hiburan semakin berkembang.
Meski begitu, hasil survei ini tidak otomatis menggambarkan seluruh Gen Z. Mazda sendiri melakukan survei secara internal, sehingga cakupan dan karakteristik responden menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika membaca hasilnya.
Rumah Bukan Lagi Satu-satunya Simbol Pencapaian
Mazda memandang hasil studi tersebut sebagai gambaran bahwa sebagian Gen Z mulai memiliki cara berbeda dalam menentukan nilai sebuah kendaraan. Keselamatan, teknologi, dan pengalaman di dalam kabin menjadi faktor yang mendapat perhatian besar.
Di sisi lain, anggapan bahwa membeli rumah merupakan pencapaian tradisional juga muncul dalam pembacaan Mazda terhadap hasil survei. Namun, pilihan antara rumah dan mobil tetap bergantung pada kondisi ekonomi, kebutuhan, serta prioritas masing-masing orang.
Karena itu, hasil studi ini lebih tepat dilihat sebagai potret preferensi sebagian responden Gen Z, bukan gambaran mutlak seluruh generasi. Pilihan tersebut juga masih bisa berubah seiring usia, kondisi finansial, kebutuhan keluarga, dan situasi tempat tinggal mereka.