13 pelajar SMA mengikuti KELANA Edisi 3 di Yogyakarta untuk melihat langsung praktik transisi energi, ekonomi sirkular, pengelolaan lingkungan, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Program yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut berlangsung pada Minggu (9/8). Konsep experiential learning membuat peserta bisa melihat hubungan antara industri, pemerintah, masyarakat, lembaga pemasyarakatan, dan organisasi lingkungan dalam menghadapi persoalan ekologis.
BACOTAN GEN Z akan mengulas keseruan KELANA di Yogyakarta, dari belajar transisi energi sampai melihat langsung cara mengolah sampah menjadi sesuatu yang punya nilai.
Gen Z Diajak Keluar dari Ruang Kelas
Ketua Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Humas KLH/BPLH, Romi Setiawan, menjelaskan bahwa KELANA sengaja menggunakan pendekatan belajar langsung. Peserta bisa mengamati objek pembelajaran sekaligus memahami persoalan lingkungan dari berbagai sudut.
Menurut Romi, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta. Mereka juga dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Melihat Pengelolaan Lingkungan di Fuel Terminal Rewulu
Perjalanan KELANA dimulai dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu. Di fasilitas distribusi BBM tersebut, para pelajar mempelajari bagaimana aktivitas energi berjalan bersama upaya menjaga lingkungan.
Peserta juga melihat kawasan konservasi yang mencakup penangkaran Rusa Jawa serta peternakan ayam petelur dengan pengelolaan limbah terintegrasi. Dari sini, mereka mendapat gambaran bahwa fasilitas industri dapat menjalankan operasional sekaligus menjaga ekosistem di sekitarnya.
Peserta kemudian mengunjungi TPS3R internal perusahaan. Mereka melihat pengolahan sampah organik menjadi kompos, pencacahan plastik, pemanfaatan teknologi Besthing sebagai sumber energi alternatif, budidaya maggot, hingga kolam bioflok untuk ikan lele.
Baca Juga:Â Gen Z Wajib Tahu! 4 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Jadi Ancaman Bagi Jantung
Sampah Plastik Disulap Jadi Furnitur Bernilai
Rombongan kemudian menuju Rutan Kelas IIB Bantul. Di tempat ini, peserta melihat program ecofurniture yang mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk furnitur bernilai guna dan ekonomi.
Program tersebut juga mendukung pembinaan keterampilan warga binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Bantul, Muhammad Syukron Ansori, menyebut kolaborasi itu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan manusia.
Konsep tersebut menarik perhatian peserta karena memperlihatkan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi produk yang memiliki nilai.
TPS3R Gosari Buka Peluang Green Job
Pembelajaran berlanjut ke TPS3R Gosari, fasilitas pengolahan sampah hasil kolaborasi Fuel Terminal Rewulu dengan Kalurahan Guwosari. Tempat ini menunjukkan bagaimana masyarakat dapat mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan sampah di tingkat lokal.
Aktivitas pengolahan sampah juga membuka peluang green job atau pekerjaan hijau bagi masyarakat. Peserta KELANA dari MAN 4 Jakarta, Amer Alif Algifahri, mengaku mendapat pemahaman baru tentang hubungan antara pengelolaan sampah, ekonomi, dan lapangan kerja.
Gen Z Diajak Kritis Melihat Krisis Ekologi
Hari pertama KELANA di Yogyakarta ditutup dengan dialog bersama WALHI Eksekutif Daerah Yogyakarta. Para peserta membahas berbagai persoalan ekologis, mulai dari kawasan pesisir hingga masalah lingkungan di wilayah perkotaan.
Diskusi tersebut mendorong peserta untuk tidak sekadar memahami isu lingkungan, tetapi juga berani melihat persoalan secara kritis. Mereka belajar bahwa kritik terhadap kebijakan maupun kondisi ekologis perlu berangkat dari data, argumen yang kuat, serta solusi yang dapat diterapkan.
Melalui KELANA, KLH/BPLH ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami teori lingkungan. Program ini juga mendorong Gen Z menjadi lebih peka, kritis, dan siap membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan masing-masing.