Penelitian terbaru menunjukkan Milenial dan Gen Z mengalami penuaan biologis lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, cukup mengejutkan.
Bukan soal keriput atau uban saja, tapi kondisi tubuh yang secara “internal” sudah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Fenomena ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh anak muda saat ini?
Riset terbaru menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup modern punya peran besar dalam mempercepat proses ini. Mulai dari pola makan, stres, hingga paparan lingkungan yang semakin kompleks ikut memberi dampak pada kesehatan sel tubuh. Simak ulasan lengkap dari BACOTAN GEN Z.
Cara Ilmuwan Mengukur Usia Biologis dari Darah
Dalam penelitian ini, para ilmuwan tidak hanya melihat usia berdasarkan tahun kelahiran. Mereka memakai pendekatan yang lebih dalam melalui analisis darah. Lebih dari 150 ribu orang dewasa diteliti menggunakan metode bernama PhenoAge.
Metode ini membaca kondisi tubuh lewat sembilan biomarker penting seperti CRP yang menandakan peradangan, kadar glukosa untuk metabolisme gula, kreatinin untuk fungsi ginjal, hingga jumlah sel darah putih yang menggambarkan daya tahan tubuh. Dari kombinasi indikator ini, peneliti bisa memperkirakan “usia biologis” seseorang dengan cukup akurat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Fakta Mengejutkan Dari Data 150 Ribu Responden
Hasil penelitian tersebut cukup mengejutkan banyak pihak. Generasi yang lahir pada 1990-an, atau Gen Z awal, menunjukkan selisih usia biologis hingga 92 persen lebih tinggi dibanding generasi yang lahir di akhir 1960-an pada usia yang sama. Artinya, tubuh mereka secara internal bekerja seperti orang yang jauh lebih tua.
Para peneliti menilai kondisi ini bukan terjadi secara kebetulan. Ada pola yang konsisten di mana biomarker darah anak muda saat ini menunjukkan tanda-tanda kelelahan sistem tubuh yang lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Demo Gen Z Digelar Lagi, Polisi Blokade Jalan Menuju Pusat Kota Nairobi
Kaitan Penuaan Dini dengan Risiko Kanker yang Meningkat
Penuaan biologis yang lebih cepat ternyata tidak hanya soal stamina atau kebugaran. Penelitian ini juga mengaitkannya dengan peningkatan risiko kanker di usia muda. Ketika sel tubuh lebih cepat menua, kerusakan DNA juga lebih mudah menumpuk, dan hal ini bisa memicu pertumbuhan sel abnormal.
Data menunjukkan setiap kenaikan skor penuaan biologis berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker sebelum usia 55 tahun. Yang paling mencolok adalah kanker paru-paru, yang risikonya meningkat hingga 57 persen pada kelompok usia muda. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya perubahan besar dalam kesehatan generasi sekarang.
Gaya Hidup Modern Yang Diduga Jadi Pemicu
Para ilmuwan mulai mengarah pada satu dugaan kuat: gaya hidup modern berperan besar dalam percepatan penuaan ini. Tekanan pekerjaan, kurang tidur, makanan ultra-proses, serta paparan polusi menjadi kombinasi yang sulit dihindari oleh generasi sekarang.
Selain itu, penelitian juga menemukan dua jenis penuaan biologis yang paling berpengaruh, yaitu penuaan sistem imun dan penuaan jaringan lemak. Keduanya berkaitan erat dengan risiko kanker paru-paru dan kanker usus besar. Seperti yang dijelaskan peneliti David Scott, perubahan lingkungan modern tidak hanya memengaruhi satu organ, tetapi seluruh sistem tubuh sekaligus.
Jika tren ini terus berlanjut, para ahli menilai penting bagi generasi muda untuk mulai memperhatikan kembali pola hidup sehari-hari. Bukan hanya untuk tampil sehat di luar, tetapi juga menjaga agar tubuh tetap “muda” di dalam.