Riset terbaru Jobstreet mengungkap Generasi Z mengalami kebahagiaan terendah di kantor dibanding generasi lain, begini alasannya.
Riset Jobstreet by SEEK pada 3 Februari 2026 mengungkap fakta menarik tentang kebahagiaan dan prioritas kerja pekerja Indonesia. Studi menyoroti perbedaan antar generasi, dengan Generasi Z paling kurang bahagia dibanding generasi pendahulu. Temuan ini memberi gambaran penting tentang dinamika tenaga kerja saat ini.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Fenomena Kebahagiaan Antar Generasi di Tempat Kerja
Riset Jobstreet by SEEK melibatkan 1.000 pekerja Indonesia usia 18–64 tahun. Hasil studi, dipublikasikan 3 Februari 2026, menunjukkan Generasi Z memiliki tingkat kebahagiaan paling rendah di tempat kerja dibanding Gen X dan Milenial, menjadi perhatian serius bagi perusahaan dan pengelola SDM.
Secara spesifik, tingkat kebahagiaan pekerja Gen Z tercatat sebesar 76 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan Gen X yang mencapai 85 persen dan Gen Y atau Milenial yang berada di angka 84 persen. Perbedaan persentase ini mengindikasikan adanya kesenjangan yang signifikan dalam persepsi kebahagiaan kerja di antara kelompok generasi.
Wisnu Dharmawan, selaku Acting Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia, dalam media briefing pada 3 Februari 2026 di Jakarta, menegaskan bahwa secara keseluruhan, Gen Z adalah kelompok yang paling kurang bahagia. Hal ini menyoroti perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi well-being generasi muda di tempat kerja.
Faktor Pendorong Kebahagiaan Yang Berbeda
Wisnu Dharmawan juga menjelaskan bahwa faktor-faktor pendorong kebahagiaan di tempat kerja sangat bervariasi antar generasi. Bagi Gen X, kebahagiaan dalam bekerja utamanya didorong oleh faktor tanggung jawab dan pekerjaan itu sendiri, dengan persentase 78 persen. Tim dan kolega (74 persen) serta manajer (65 persen) juga menjadi elemen penting bagi mereka.
Sementara itu, untuk Generasi Milenial, work-life balance menjadi faktor pendorong kebahagiaan utama dengan 76 persen. Diikuti oleh budaya perusahaan (74 persen) dan job security (73 persen). Prioritas Milenial ini mencerminkan kebutuhan akan keseimbangan hidup dan stabilitas karier yang lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya.
Adapun bagi Gen Z, faktor pendorong kebahagiaan paling utama adalah work-life balance (69 persen) dan kemampuan untuk bekerja dari mana saja atau work from home (69 persen). Selain itu, tujuan kerja yang bermakna juga sangat penting bagi mereka, dengan persentase 68 persen. Ini menunjukkan preferensi Gen Z terhadap fleksibilitas dan pekerjaan yang memiliki dampak nyata.
Baca Juga: Gen Z Terancam Kanker Usus Besar: Pentingnya Deteksi Dini Dan Pencegahan Sejak Dini
Mengapa Gen Z Kurang Bahagia?
Menurut Wisnu, kemungkinan besar rendahnya tingkat kebahagiaan Gen Z di tempat kerja disebabkan oleh belum terpenuhinya satu atau seluruh faktor pendorong kebahagiaan yang mereka harapkan dari perusahaan. Ia menduga bahwa Gen Z mungkin belum menemukan lingkungan atau kondisi kerja yang selaras dengan prioritas mereka.
Selain itu, kesenjangan kebahagiaan antar generasi ini juga dipengaruhi oleh tahapan hidup dan lokasi kerja masing-masing. Gen X dan Milenial, yang mungkin telah melalui berbagai pengalaman, cenderung lebih bahagia karena kebahagiaan mereka berakar pada hubungan tim yang solid dan ritme kerja harian yang sudah mereka kuasai.
Sebaliknya, Gen Z yang baru memulai karier seringkali merasa kurang dihargai dan kesulitan dalam menghubungkan tugas harian mereka dengan tujuan perusahaan yang lebih besar. Hal ini bisa menyebabkan rasa tidak puas dan pada akhirnya berdampak pada tingkat kebahagiaan mereka di tempat kerja.
Implikasi Dan Rekomendasi Untuk Perusahaan
Rendahnya kebahagiaan Gen Z di tempat kerja menunjukkan bahwa perusahaan perlu lebih memahami dan mengakomodasi kebutuhan serta prioritas generasi ini. Dengan memberikan work-life balance yang lebih baik dan opsi kerja fleksibel, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan kerja Gen Z. Tujuan kerja yang bermakna juga sangat penting untuk motivasi mereka.
Selain itu, penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung, di mana Gen Z merasa dihargai dan melihat kontribusi mereka memiliki dampak. Membangun koneksi antara tugas sehari-hari dengan visi yang lebih besar dapat membantu Gen Z menemukan makna dalam pekerjaan mereka.
Dengan memahami perbedaan motivasi antar generasi, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk menarik, mempertahankan, dan membuat semua karyawan bahagia. Investasi dalam kebahagiaan karyawan, terutama Gen Z, akan berdampak positif pada produktivitas dan loyalitas jangka panjang.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari money.kompas.com
- Gambar Kedua dari lifestyle.kompas.com