Intermittent fasting atau pola makan dengan sistem puasa berselang kini menjadi salah satu tren diet yang banyak diikuti oleh Gen Z.
Metode ini dianggap lebih fleksibel karena tidak terlalu membatasi jenis makanan, melainkan mengatur waktu makan dan puasa. Popularitasnya semakin meningkat seiring banyaknya konten kesehatan di media sosial yang membahas gaya hidup sehat dan praktis.
Berikut ini BACOTAN GEN Z akan membahas tren intermittent fasting yang lagi hits, manfaatnya, serta alasan kenapa banyak dipilih anak muda.
Apa Itu Intermittent Fasting dan Cara Kerjanya
Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa. Dalam metode ini, tubuh diberi jeda waktu tanpa asupan kalori selama beberapa jam tertentu, kemudian dilanjutkan dengan jendela waktu makan. Cara ini berbeda dari diet konvensional yang biasanya membatasi jenis makanan.
Salah satu metode yang paling populer adalah pola 16:8, yaitu 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan. Selama puasa, seseorang hanya diperbolehkan mengonsumsi minuman nol kalori seperti air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam. Pola ini banyak dipilih karena dianggap mudah diikuti.
Secara umum, intermittent fasting tidak mengatur secara ketat makanan apa yang harus dimakan, tetapi lebih fokus pada pengaturan waktu makan. Hal ini membuat banyak orang merasa lebih bebas dalam menjalani diet tanpa tekanan aturan makanan yang rumit.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Alasan Intermittent Fasting Digemari Gen Z
Gen Z dikenal sebagai generasi yang aktif mencari metode hidup sehat yang praktis dan tidak ribet. Intermittent fasting menjadi pilihan karena tidak membutuhkan menu khusus atau perhitungan kalori yang terlalu detail. Cukup mengatur jam makan, diet ini sudah bisa dijalankan.
Selain itu, gaya hidup Gen Z yang dinamis membuat mereka membutuhkan pola diet yang fleksibel. Intermittent fasting bisa disesuaikan dengan rutinitas harian, seperti jam kuliah, kerja, atau aktivitas sosial. Hal ini membuatnya lebih mudah diterapkan dibanding diet ketat lainnya.
Tren ini juga semakin populer karena banyak influencer dan konten kreator yang membagikan pengalaman menjalani intermittent fasting. Media sosial berperan besar dalam meningkatkan minat anak muda terhadap pola makan ini.
Baca Juga: Bukan Main! Aturan Piutang Negara Direvisi Purbaya, Gen Z Kena Peringatan Keras
Manfaat Intermittent Fasting Bagi Tubuh
Salah satu manfaat utama intermittent fasting adalah membantu menurunkan berat badan. Saat tubuh berpuasa, cadangan lemak digunakan sebagai sumber energi sehingga dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Kondisi ini terjadi karena asupan kalori yang masuk menjadi lebih terkontrol.
Selain itu, intermittent fasting juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan metabolisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes.
Manfaat lainnya adalah membantu meningkatkan kesehatan jantung. Dengan pola makan yang lebih teratur, kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh dapat lebih terkontrol. Hal ini membuat risiko penyakit jantung menjadi lebih rendah.
Cara Melakukan Intermittent Fasting Dengan Aman
Untuk pemula, intermittent fasting sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tidak perlu langsung memulai dengan puasa panjang, tetapi bisa dimulai dengan pola 12:12 atau 14:10 agar tubuh dapat beradaptasi terlebih dahulu. Setelah terbiasa, barulah bisa mencoba pola yang lebih ketat seperti 16:8.
Selama waktu makan, penting untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Sayur, buah, protein, dan karbohidrat tetap diperlukan agar tubuh tidak kekurangan energi. Intermittent fasting bukan berarti mengurangi makan secara ekstrem, tetapi mengatur waktu konsumsi.
Selain itu, hidrasi juga sangat penting. Minum air putih yang cukup selama puasa membantu menjaga tubuh tetap segar dan mengurangi rasa lemas. Jika dilakukan dengan benar, metode ini bisa menjadi pola hidup sehat jangka panjang.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari lineation.co.id