Diabetes melitus, penyakit kronis biasanya menyerang orang dewasa, kini semakin banyak dialami anak muda karena perubahan gaya hidup modern mereka.

Dulu anak muda kebanyakan terkena diabetes tipe 1, kini banyak kasus diabetes tipe 2 muncul akibat pola makan dan aktivitas fisik. Berikut ini BACOTAN GEN Z akan memberikan informasi penting mengenai pergeseran tren diabetes pada anak muda dan faktor gaya hidup yang memengaruhinya.
Perubahan Pola Hidup Anak Muda dan Risiko Diabetes
Menurut dr. Dicky Lavenus Tahapary, SpPD-KEMD, PhD, FINASIM, perubahan gaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya risiko diabetes tipe 2 pada anak muda. Ia menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi karbohidrat, rendah serat, serta makanan olahan (processed food dan ultra-processed food) menjadi pemicu utama.
“Misalkan banyak konsumsi makanan-makanan olahan, tinggi karbohidrat dan lemak, ditambah olahraganya kurang, banyak konsumsi minuman berpemanis, dan sebagainya,” ujar dr. Dicky.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi camilan instan, fast food, dan minuman manis menjadi bagian dari pola makan sehari-hari generasi muda. Hal ini jelas meningkatkan risiko obesitas, yang merupakan salah satu faktor utama berkembangnya diabetes tipe 2.
Obesitas dan Hubungannya Dengan Diabetes Tipe 2
Obesitas kini menjadi masalah kesehatan yang signifikan di kalangan anak muda. dr. Dicky menekankan, berat badan yang berlebih akan membuat tubuh lebih sulit mengatur kadar gula darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes.
“Kebiasaan konsumsi karbohidrat tinggi dan kurang aktivitas fisik secara langsung memicu kenaikan berat badan. Kondisi obesitas ini selanjutnya meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes,” jelasnya.
Data global juga mendukung hal ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbesar diabetes tipe 2. Anak muda dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mengalami resistensi insulin, yang kemudian memicu penyakit gula.
Baca Juga: Le Minerale, Dorong Generasi Muda Hidup Sehat Lewat Kampanye Kreatif
Lingkungan Tidak Mendukung Hidup Sehat

Selain faktor pribadi, lingkungan juga berperan penting dalam memicu diabetes pada anak muda. dr. Dicky mengungkapkan bahwa lingkungan saat ini banyak yang kurang mendukung gaya hidup sehat.
“Banyak jajanan tidak sehat yang mudah dijangkau, lalu area untuk olahraga kurang memadai. Bagi sebagian orang ini menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Lingkungan perkotaan, misalnya, seringkali minim ruang terbuka hijau untuk aktivitas fisik. Sementara itu, akses mudah terhadap makanan cepat saji dan minuman manis membuat anak muda sulit memilih gaya hidup sehat. Kondisi ini semakin memperburuk risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Edukasi dan Kesadaran Sebagai Kunci Pencegahan
Menurut dr. Dicky, edukasi adalah kunci utama mencegah diabetes, terutama pada generasi muda. Kesadaran tentang pentingnya menjaga pola makan. Membatasi konsumsi gula dan lemak, serta rutin berolahraga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis ini.
“Jika seseorang memiliki kesadaran tinggi terkait diabetes, gaya hidup sehat akan diterapkan secara otomatis. Edukasi menjadi fondasi agar anak muda tidak jatuh ke pola hidup yang berisiko,” tegasnya.
Pendidikan tentang nutrisi dan kesehatan seharusnya sudah diperkenalkan sejak dini, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dengan pemahaman yang baik, anak muda dapat membuat pilihan lebih bijak terkait makanan, aktivitas fisik, dan pola hidup sehari-hari.
Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami hadirkan setiap hari, terupdate dan terpercaya khusus untuk Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari infoladisha.com