Stigma Gen Z malas membaca ternyata dipertanyakan lewat tren library hopping yang menunjukkan minat baca berbeda dan adaptif.

Mitos Gen Z malas membaca terbantah oleh tren “library hopping” di media sosial, yang menunjukkan minat baca adaptif dan berbeda. Berikut ini BACOTAN GEN Z akan mengulas fakta di balik stigma tersebut serta peran perpustakaan menarik minat baca generasi muda.
Pola Literasi Gen Z Yang Adaptif
Mitos “Gen Z malas baca” tampaknya perlu dikaji ulang. Generasi ini menunjukkan pola literasi yang sangat adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Mereka tidak lagi terpaku pada format buku fisik semata, melainkan merangkul berbagai bentuk bacaan digital.
Ujang Saripudin, staf Perpustakaan Freedom, menegaskan bahwa Gen Z tetap membaca, namun dengan cara yang lebih beragam. Mereka aktif mengonsumsi e-book, artikel digital, serta media visual-informatif. Adaptasi ini mencerminkan bagaimana teknologi membentuk kebiasaan membaca baru.
Pola literasi yang adaptif ini membuktikan bahwa minat baca Gen Z tidak luntur, melainkan bertransformasi. Mereka mencari informasi dan hiburan dalam format yang sesuai dengan gaya hidup digital mereka, menunjukkan fleksibilitas dalam mengakses konten literasi.
Lonjakan Pengunjung Gen Z di Perpustakaan
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perpustakaan justru menjadi magnet bagi Gen Z. Thian Wisnu, Pustakawan Ahli Pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, membeberkan data mengejutkan dari Perpustakaan Jakarta Cikini, terutama setelah jam operasional diperpanjang hingga malam hari.
Sejak bulan Mei, sekitar 54,39 persen dari total pengunjung di Perpustakaan Jakarta Cikini adalah Gen Z. Lonjakan ini sangat terasa pada akhir pekan, dengan rata-rata 3.200 pengunjung per hari. Angka ini secara jelas membuktikan tingginya minat Gen Z untuk mengunjungi perpustakaan.
Shafa (25), inisiator komunitas Baca Budaya Asia, menceritakan pengalamannya menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca koleksi atau membawa buku pribadi demi mencari tempat tenang. Pengalaman ini menggarisbawahi daya tarik perpustakaan sebagai ruang baca dan eksplorasi literasi bagi Gen Z.
Baca Juga: Gen Z Hentikan Aktivitas Media Sosial Dan Bikin Platform Tak Lagi “Sosial”
Peran Perpustakaan Dalam Menarik Minat Baca

Perpustakaan Jakarta Cikini dan Perpustakaan Freedom secara aktif merespons masukan dari pengunjung, termasuk Gen Z. Keluhan mengenai fasilitas, seperti pendingin ruangan yang tidak dingin, loker yang selalu penuh, atau kurangnya ruang baca, menjadi perhatian utama untuk perbaikan.
Thian menjelaskan bahwa pengunjung dapat menyampaikan keluhan melalui aplikasi JAKI atau media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Sebagai respons, Perpustakaan Jakarta Cikini akan memindahkan ruang multimedia ke lantai 7 dan menambahkan fasilitas VR, serta mengubah lantai 6 menjadi ruang baca baru pada Desember mendatang.
Di sisi lain, Ujang dari Perpustakaan Freedom juga menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan pengembangan fasilitas. Peningkatan ruang baca, penambahan kecepatan WiFi, dan penyesuaian jam operasional menjadi fokus utama untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.
Masa Depan Literasi Dan Inovasi Perpustakaan
Transformasi kebiasaan membaca Gen Z menunjukkan bahwa perpustakaan harus terus berinovasi. Dengan menyediakan akses ke berbagai format bacaan dan fasilitas yang relevan, perpustakaan dapat terus menjadi pusat literasi yang diminati oleh generasi muda.
Responsif terhadap masukan pengunjung adalah kunci keberhasilan. Perpustakaan yang adaptif dan proaktif dalam menyediakan fasilitas modern serta memperluas jam operasional akan semakin relevan dalam menarik minat Gen Z, yang haus akan pengalaman baru dan aksesibilitas.
Dengan demikian, anggapan “Gen Z malas baca” adalah mitos yang perlu diluruskan. Generasi ini hanya memiliki cara membaca yang berbeda, dan perpustakaan modern yang inovatif adalah bukti nyata bahwa minat literasi tetap hidup dan berkembang di tengah era digital.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari ruangguru.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com