Cyberdeck mulai ramai dibicarakan karena banyak anak muda, terutama Gen Z, merasa jenuh dengan laptop dan gadget yang bentuknya itu-itu saja.
Mereka kemudian mencoba merakit perangkat sendiri dengan gaya yang lebih bebas dan tidak terikat standar pabrik. Tren ini tumbuh cepat di media sosial, terutama TikTok dan komunitas teknologi. Banyak kreator membagikan hasil rakitan mereka yang unik, mulai dari bentuk sederhana sampai desain yang terlihat seperti alat dari film fiksi ilmiah.
Menariknya, cyberdeck tidak hanya soal tampilan. Banyak pengguna merakitnya karena ingin punya perangkat yang benar-benar sesuai kebutuhan pribadi tanpa batasan sistem bawaan pabrik. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Cyberdeck Itu Apa Sih? Bukan Laptop Biasa, Tapi Rakitan Bebas
Cyberdeck adalah komputer portabel yang dirakit sendiri menggunakan berbagai komponen yang tidak selalu seragam. Umumnya, pembuatnya memakai papan tunggal seperti Raspberry Pi sebagai otak utama perangkat.
Komponen lain seperti layar kecil, keyboard mini, hingga casing sering berasal dari barang bekas atau hasil modifikasi. Setiap orang bisa membangun versi berbeda sesuai kreativitas masing-masing.
Berbeda dari laptop konvensional, cyberdeck tidak punya bentuk baku. Justru di situlah daya tariknya, karena setiap perangkat terlihat unik dan mencerminkan pembuatnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Filosofi DIY: Ketika Teknologi Jadi Cara Ekspresi Diri
Banyak penggemar cyberdeck melihat perangkat ini sebagai bentuk ekspresi diri. Mereka tidak sekadar ingin punya komputer, tetapi ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar “punya karakter”.
Seorang kreator di TikTok bahkan menyebut cyberdeck dibuat agar unik bagi pemiliknya dan digunakan sesuai tujuan pribadi. Ide ini menyebar luas dan menginspirasi banyak orang untuk ikut mencoba merakit sendiri.
Konsep DIY atau do it yourself menjadi inti dari tren ini. Pengguna merasa lebih bebas bereksperimen tanpa harus mengikuti aturan desain atau fungsi dari perusahaan besar.
Baca Juga: Ratusan Gen Z Padati Bedah Buku Marhaenisme Bareng Rocky Gerung di Magetan
Fungsi Cyberdeck: Dari Gaming Retro sampai Server Mini Pribadi
Cyberdeck tidak hanya keren secara tampilan, tetapi juga punya banyak fungsi. Beberapa orang menggunakannya sebagai konsol game retro untuk memainkan game klasik dari era lama.
Ada juga yang menjadikannya server mini untuk menyimpan data pribadi atau menjalankan website sederhana. Bahkan sebagian pengguna memakainya untuk belajar coding secara lebih fleksibel.
Di komunitas keamanan siber, cyberdeck sering dipakai sebagai perangkat portabel untuk pengujian sistem. Hal ini membuat pengguna bisa bereksperimen tanpa harus memakai laptop utama mereka.
Lebih dari Sekadar Komputer: Simbol Kebebasan Teknologi Gen Z
Popularitas cyberdeck menunjukkan bahwa banyak anak muda ingin kembali mengendalikan teknologi yang mereka gunakan. Mereka tidak hanya ingin menjadi pengguna, tetapi juga pencipta.
Beberapa warganet bahkan menyebut mereka lebih tertarik dengan perangkat yang bisa dimodifikasi bebas dibanding produk yang dibuat massal tanpa ruang eksplorasi.
Meski begitu, sebagian komunitas menolak ide komersialisasi cyberdeck. Mereka merasa nilai utama dari tren ini ada pada proses membuatnya, bukan pada hasil yang dijual secara massal.
Pada akhirnya, cyberdeck bukan sekadar komputer rakitan. Ia berkembang menjadi simbol kebebasan, kreativitas, dan cara baru generasi muda dalam memaknai teknologi.