Fenomena ini mematahkan anggapan lama bahwa kanker usus besar dan rektum hanya mengintai mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Selama bertahun-tahun, kanker kolorektal dikenal sebagai penyakit yang banyak menyerang kelompok usia lanjut. Namun dalam beberapa waktu terakhir, dunia medis dikejutkan dengan meningkatnya kasus kanker kolorektal pada usia muda, termasuk generasi Z yang berusia sekitar 20 tahun.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Pola Makan Modern Jadi Faktor Risiko Utama
Salah satu penyebab utama meningkatnya kanker kolorektal pada Gen Z adalah perubahan pola makan. Konsumsi makanan cepat saji, daging olahan, makanan tinggi lemak, serta rendah serat menjadi kebiasaan yang semakin umum. Asupan sayur dan buah yang minim berdampak pada kesehatan saluran cerna dan memperlambat proses pencernaan.
Serat memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan usus dan membantu membuang zat berbahaya dari tubuh. Ketika asupan serat rendah, sisa makanan dapat bertahan lebih lama di usus besar dan berpotensi memicu peradangan kronis.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya sel abnormal yang berkembang menjadi kanker kolorektal.
Gaya Hidup Sedentari Mengintai Anak Muda
Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Banyak anak muda menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, baik untuk belajar, bekerja, maupun hiburan. Kurangnya aktivitas fisik berdampak langsung pada metabolisme tubuh dan kesehatan usus.
Selain itu, peningkatan angka obesitas di kalangan remaja dan dewasa muda turut berkontribusi terhadap risiko kanker kolorektal. Lemak berlebih dalam tubuh dapat memicu peradangan dan memengaruhi keseimbangan hormon. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel kanker, termasuk di saluran pencernaan.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Gen Z Mudah Stres Dan Mengapa Kopi Jadi ‘Penyelamat’ Mereka
Faktor Genetik Dan Lingkungan Tak Bisa Diabaikan
Meski gaya hidup berperan besar, faktor genetik juga menjadi penyebab penting kanker kolorektal di usia muda. Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau penyakit usus tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini lebih dini. Namun banyak pasien muda tidak menyadari adanya faktor keturunan karena minimnya edukasi kesehatan keluarga.
Selain itu, paparan lingkungan seperti polusi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol juga ikut memperbesar risiko. Pada usia muda, dampak faktor lingkungan sering kali tidak langsung terasa, tetapi akumulasi paparan sejak remaja dapat memicu perubahan sel di kemudian hari. Kombinasi faktor genetik dan lingkungan membuat risiko kanker kolorektal semakin kompleks.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di BACOTAN GEN Z.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bittime.com
- Gambar Kedua dari dw.com