Riset terbaru Populix menunjukkan Gen Z kini lebih memilih berburu takjil saat ngabuburit dibanding berselancar di media sosial.
Bulan Ramadan di Indonesia selalu diwarnai tradisi unik, salah satunya adalah “ngabuburit”. Riset terbaru dari Populix mengungkap fenomena menarik di kalangan generasi muda. Aktivitas berburu takjil berevolusi dari sekadar mencari hidangan berbuka menjadi tradisi sosial yang tak terpisahkan dari esensi Ramadan, bahkan lebih populer dibanding media sosial.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Evolusi Makna “Takjil” Dan Tradisi Sosial
Secara etimologi, kata “takjil” berasal dari bahasa Arab “ajila” yang berarti menyegerakan, namun di Indonesia, maknanya telah bergeser. Kini, takjil identik dengan berbagai panganan yang disantap saat berbuka puasa, menjadi penanda berakhirnya puasa sehari penuh.
Riset terbaru dari Populix menunjukkan bahwa pergeseran makna ini tidak hanya terbatas pada hidangan, melainkan juga pada aktivitasnya. Berburu takjil kini menjadi sebuah tradisi sosial yang kuat, menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Fenomena ini menegaskan bagaimana kebiasaan konsumsi selama Ramadan telah menjadi bagian integral dari budaya populer. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga tentang pengalaman kolektif dan interaksi sosial yang terjalin saat mencari takjil.
Berburu Takjil, Pilihan Utama Ngabuburit Generasi Muda
Susan Adi Putra, Research Director Populix, mengungkapkan bahwa berburu takjil menduduki posisi puncak sebagai aktivitas ngabuburit paling populer. Popularitasnya bahkan jauh melampaui aktivitas digital seperti berselancar di media sosial, menunjukkan adanya pergeseran prioritas hiburan.
Temuan ini sangat signifikan, mengingat dominasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Namun, daya tarik berburu takjil sebagai pengalaman nyata dan interaksi sosial tetap tak tertandingi, menjadi favorit Gen Z dan milenial.
Sebanyak 41 persen anak muda kini melihat berburu takjil bukan sekadar penghargaan diri setelah berpuasa, melainkan sebuah tradisi khas yang statusnya tidak tergantikan. Antusiasme ini terlihat dari frekuensi pembelian takjil yang sangat tinggi, dengan lebih dari separuh responden mengaku membeli hampir setiap hari.
Baca Juga: Gen Z Paling Kesepian di Kantor! Ini Penyebabnya Bikin Kaget
Preferensi Takjil Dan Daya Dorong Ekonomi Mikro
Terdapat perbedaan selera menarik antar segmen demografis dalam memilih takjil. Gen Z menunjukkan preferensi kuat terhadap minuman manis dingin seperti es teh, es buah, dan es campur sebagai menu utama.
Di sisi lain, kelompok milenial dan responden perempuan lebih menyukai variasi kue tradisional, mencerminkan keragaman cita rasa. Namun, menu klasik seperti gorengan, buah kurma, dan hidangan penutup kekinian tetap memiliki banyak penggemar, bahkan bersaing dengan makanan berat.
Fenomena ini memberikan dorongan besar bagi ekonomi mikro di sektor kuliner musiman. Loyalitas konsumsi generasi muda memastikan perputaran ekonomi yang signifikan, mendukung para pelaku usaha kecil selama bulan Ramadan.
Transformasi Digital Dalam Perburuan Takjil
Meskipun mayoritas konsumen masih menikmati interaksi langsung dengan pedagang kaki lima, pasar daring mulai menunjukkan pengaruhnya. Sekitar sepertiga responden, terutama dari kalangan perempuan, kini terbiasa membeli takjil melalui aplikasi pesan antar makanan atau media sosial.
Transformasi ini membuka peluang omzet yang lebih luas bagi pelaku usaha yang mampu mengadopsi teknologi dalam skema penjualannya. Kemudahan akses melalui platform digital memperluas jangkauan pasar dan efisiensi transaksi.
Survei ini melibatkan 1.000 responden milenial dan Gen Z dari kalangan muslim perkotaan dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Ini memberikan gambaran komprehensif mengenai daya beli dan tren gaya hidup selama Ramadan di Indonesia.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari tagar.co
- Gambar Kedua dari adakami.id