Warren Buffett, sang ‘Oracle of Omaha,’ dikenal bukan hanya karena kepiawaiannya berinvestasi, tetapi juga kebijaksanaan hidup dan keuangan.
Di usianya yang telah menginjak 90-an, nasihatnya tetap relevan, bahkan menjadi panduan berharga bagi generasi muda, khususnya Gen Z, dalam menavigasi kompleksitas dunia finansial.
Berikut ini, BACOTAN GEN Z akan menyelami pelajaran-pelajaran penting dari Buffett yang dapat membentuk masa depan keuangan yang lebih cerah.
Kekuatan Menabung Dan Bunga Majemuk
Warren Buffett tak henti-hentinya menekankan pentingnya menabung, bukan sekadar menyingkirkan uang, tetapi memahami kekuatan bunga majemuk. Ia pernah menyatakan, “Bahkan rekening tabungan yang benar-benar tidak aktif sekalipun akan menghasilkan pendapatan bunga yang terus meningkat setiap tahun karena efek bunga majemuk.” Ini adalah pelajaran fundamental bagi Gen Z untuk memulai kebiasaan menabung sedini mungkin.
Lebih lanjut, Buffett juga menyoroti pentingnya memiliki cadangan kas yang cukup. Dalam salah satu suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, ia menyampaikan, “Kami akan selalu mengatur keuangan kami sedemikian rupa sehingga kebutuhan kas apa pun yang mungkin kami perlukan akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan likuiditas yang kami miliki.” Ini berarti memiliki bantalan finansial untuk menghadapi kejadian tak terduga adalah krusial.
Pesan kunci lainnya dari Buffett adalah untuk selalu membelanjakan uang lebih sedikit dari penghasilan. Pada rapat tahunan Berkshire Hathaway 2023, ia menegaskan, “Kamu seharusnya membelanjakan sedikit lebih kecil dari penghasilanmu.” Konsep sederhana ini adalah dasar dari akumulasi kekayaan dan menghindari jebakan utang.
Bahaya Utang Dan Pentingnya Kebijaksanaan Finansial
Warren Buffett memiliki pandangan yang sangat konservatif terhadap utang, baik dalam bisnis maupun keuangan pribadi. Ia tidak pernah menganjurkan berutang, terutama utang jangka pendek. Pandangan ini menjadi pengingat penting bagi Gen Z yang mungkin rentan tergiur oleh kemudahan akses kredit.
Salah satu peringatan kerasnya adalah terhadap penggunaan kartu kredit secara ceroboh. “Jika saya memiliki utang dengan bunga 18 persen, hal pertama yang akan saya lakukan dengan uang apa pun yang saya punya adalah melunasinya,” ujarnya. Ia bahkan menambahkan bahwa melunasi utang dengan bunga tinggi jauh lebih baik daripada ide investasi apa pun.
Buffett juga menyindir mereka yang berpikir bisa mengalahkan bunga kartu kredit yang tinggi. “Jika kamu pada dasarnya bisa membayar bunga 12 persen, 14 persen, atau berapa pun dari kartu kredit, artinya kamu berkata, ‘Saya akan menghasilkan lebih dari 12 atau 14 persen dari uang saya.’ Dan jika kamu bisa melakukan itu, datanglah ke Berkshire Hathaway.” Pesan ini menekankan bahwa bunga kartu kredit adalah beban yang sangat memberatkan.
Baca Juga: Anak Muda Berbondong Bondong Nabung Haji Berkat GenHajj
Membeli Rumah, Investasi Jangka Panjang Yang Bijak
Meskipun Buffett tidak menyukai utang secara umum, ia membedakan hal tersebut dengan kredit kepemilikan rumah. Ia melihat pembelian rumah sebagai investasi besar, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z, asalkan dilakukan dengan bijak dan terencana.
Nasihatnya terkait pembelian rumah adalah “melibatkan uang muka yang sungguh-sungguh setidaknya 10 persen serta cicilan bulanan yang dapat ditanggung dengan nyaman oleh penghasilan peminjam.” Ini menekankan pentingnya kemampuan finansial yang realistis sebelum berkomitmen pada hipotek.
Buffett juga mengapresiasi pembeli rumah yang memiliki tujuan jangka panjang untuk tinggal di rumah tersebut, bukan hanya untuk dijual kembali atau pembiayaan ulang. Ia mencatat bahwa pembeli seperti itu cenderung berkinerja baik dalam melunasi pinjaman mereka. Karena motivasi utama mereka adalah memiliki tempat tinggal yang stabil.
Kebijaksanaan Dalam Membelanjakan Uang, Hindari Jebakan Konsumsi
Buffett menyarankan agar anak muda tidak menghabiskan uang untuk beberapa hal tertentu. Pertama, adalah mobil baru. Ia menilai mobil baru langsung menyusut nilainya begitu keluar dari showroom, dan bisa anjlok hingga 60 persen dalam lima tahun. Ia sendiri, meski miliarder, memiliki mobil yang sederhana.
Kedua, adalah judi. Buffett menyebut perjudian dan lotre sebagai “pajak matematika,” yang dikenakan kepada mereka yang tidak memahami probabilitas. Ia percaya kebiasaan ini menjauhkan orang dari kerja keras dan investasi nyata, menjerat mereka dalam ilusi harapan dan keberuntungan yang semu.
Nasihat ini bukan tentang hidup pelit, melainkan tentang pengeluaran yang cerdas dan berinvestasi pada hal-hal yang benar-benar memberikan nilai jangka panjang. Dengan menghindari jebakan konsumsi dan fokus pada prinsip-prinsip keuangan yang kokoh, Gen Z dapat membangun fondasi kekayaan yang kuat untuk masa depan.
Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di BACOTAN GEN Z.
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com