Survei dari Deloitte menunjukkan banyak Gen Z dan milenial menunda menikah hingga membeli rumah karena tekanan finansial.

Perubahan gaya hidup dan kondisi ekonomi membuat banyak generasi muda mulai mengubah prioritas hidup mereka. Survei terbaru dari Deloitte menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial kini cenderung menunda menikah hingga membeli rumah karena alasan finansial.
Dapatkan informasi terbaru dari BACOTAN GEN Z tentang tren digital, teknologi, hiburan, gaya hidup, dan perkembangan Gen Z terkini setiap hari hanya untuk Anda.
Tekanan Finansial Jadi Alasan Utama
Banyak Gen Z dan milenial merasa kondisi finansial mereka belum cukup stabil untuk menikah atau membeli rumah. Pengeluaran sehari-hari yang terus meningkat membuat sebagian besar pendapatan habis untuk kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan biaya tempat tinggal.
Selain itu, harga rumah yang semakin mahal membuat generasi muda kesulitan mengumpulkan uang muka. Banyak anak muda harus bekerja lebih lama hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa mampu menabung dalam jumlah besar.
Kondisi ekonomi global yang tidak menentu juga menambah kekhawatiran mereka. Sebagian generasi muda memilih menunda keputusan besar demi menjaga kondisi keuangan tetap aman dan tidak terjebak dalam tekanan ekonomi jangka panjang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Gaya Hidup dan Prioritas Hidup Ikut Berubah
Gen Z dan milenial kini memiliki cara pandang berbeda tentang kesuksesan dan kehidupan pribadi. Mereka tidak lagi menganggap menikah muda atau memiliki rumah sebagai target utama yang harus segera dicapai.
Sebagian besar generasi muda lebih fokus membangun karier, menjaga kesehatan mental, dan mencari pengalaman hidup sebelum mengambil keputusan besar. Mereka ingin memastikan hidup berjalan stabil sebelum memulai keluarga.
Selain itu, perkembangan media sosial dan teknologi juga memengaruhi pola pikir mereka. Banyak anak muda melihat berbagai pilihan gaya hidup modern yang lebih fleksibel dibanding pola hidup konvensional generasi sebelumnya.
Baca Juga: Fenomena Baru! Gen Z Mulai Menolak Promosi Jabatan, Ini Alasannya
Harga Properti dan Biaya Hidup

Harga properti yang terus naik menjadi salah satu hambatan terbesar bagi generasi muda untuk membeli rumah. Di banyak kota besar, harga rumah meningkat jauh lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan pekerja muda.
Biaya hidup juga ikut memberikan tekanan besar terhadap kondisi finansial mereka. Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga biaya kesehatan terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini membuat banyak anak muda memilih menyewa tempat tinggal dibanding membeli rumah. Mereka menilai keputusan tersebut lebih realistis dibanding memaksakan cicilan besar yang dapat mengganggu kondisi keuangan jangka panjang.
Dunia Kerja Modern Pengaruhi
Perubahan pola kerja modern juga memengaruhi keputusan Gen Z dan milenial dalam merencanakan masa depan. Banyak pekerjaan saat ini bersifat fleksibel dan tidak selalu memberikan kepastian jangka panjang seperti generasi sebelumnya.
Sebagian pekerja muda berpindah pekerjaan lebih cepat demi mencari pengalaman dan penghasilan lebih baik. Kondisi ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengambil komitmen besar seperti menikah atau membeli rumah.
Selain itu, sistem kerja hybrid dan remote working membuat sebagian generasi muda merasa tidak perlu langsung memiliki rumah permanen. Mereka lebih memilih mobilitas dan fleksibilitas dibanding terikat pada satu lokasi tertentu.
Generasi Muda Punya Harapan Masa Depan
Meski menghadapi tekanan finansial, Gen Z dan milenial tetap memiliki harapan besar terhadap masa depan mereka. Banyak anak muda mulai belajar mengatur keuangan, berinvestasi, dan mencari sumber pendapatan tambahan demi mencapai stabilitas hidup.
Sebagian generasi muda juga mulai membangun usaha sendiri atau mengembangkan karier digital untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki ambisi dan semangat untuk berkembang.
Fenomena menunda menikah dan membeli rumah bukan berarti generasi muda kehilangan tujuan hidup. Mereka hanya ingin memastikan keputusan besar dalam hidup berjalan dengan kondisi finansial yang lebih matang dan stabil di masa depan.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari Lestari Kompas
- Gambar kedua dari Kompas Money