Dokter bedah saraf mengungkap kebiasaan yang bikin otak cepat menciut, Gen Z wajib tahu saran penting agar otak tetap sehat.

Scroll tanpa henti, begadang, dan jarang bergerak kini jadi bagian dari keseharian Gen Z. Namun, tahukah Anda kebiasaan tersebut bisa berdampak serius pada kesehatan otak? Seorang dokter bedah saraf membagikan peringatan dan saran penting agar otak tidak cepat mengalami penyusutan, Apa saja yang perlu dihindari dan dilakukan sejak muda? Simak penjelasan lengkapnya hanya di BACOTAN GEN Z.
Kebiasaan Sehari-hari Gen Z yang Picu Otak Cepat Menciut
Dokter bedah saraf menyebut kebiasaan begadang, kurang tidur, dan terlalu lama menatap layar sebagai faktor risiko utama penyusutan otak. Minimnya aktivitas fisik serta jarang berinteraksi sosial juga dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Konsumsi makanan tidak sehat dan stres berkepanjangan ikut memperburuk kondisi otak. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang pada daya ingat dan konsentrasi.
Penjelasan Dokter Bedah Saraf soal Penyusutan Otak
Jakarta – Atrofi serebri merupakan kondisi ketika otak perlahan-lahan kehilangan sel neuron. Kondisi ini secara keseluruhan akan membuat volume otak ikut mengecil.
Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gangguan kognitif seperti pada kemampuan berpikir, daya ingat, serta menjalani aktivitas sehari-hari. Semakin besar penyusutan otak terjadi, maka semakin besar dampak yang ditimbulkan.
Penyusutan otak atau brain atrophy merupakan kondisi berkurangnya volume sel otak secara perlahan. Dokter bedah saraf menjelaskan hal ini bisa dipicu oleh kurang tidur kronis, stres berat, hingga gaya hidup tidak sehat.
Meski sering dikaitkan dengan usia lanjut, penyusutan otak juga bisa terjadi pada usia muda. Karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko tersebut.
Baca juga: BCA Jadi Bank Pilihan Utama Gen Z, Meski Fintech Semakin Populer
Saran Pola Hidup Sehat Agar Otak Tetap Optimal

Menurut dr Dimas, ada sebuah kebiasaan makan asal kenyang yang hanya berfokus pada karbohidrat. Padahal nutrisi lain seperti protein juga sangat penting dalam menjaga kesehatan otak.
Dokter bedah saraf menyarankan tidur cukup dan berkualitas sebagai kunci utama menjaga kesehatan otak. Rutin berolahraga membantu melancarkan aliran darah dan oksigen ke otak.
Asupan gizi seimbang, terutama makanan kaya omega-3, juga penting untuk fungsi kognitif. Selain itu, melatih otak dengan membaca dan bersosialisasi dapat menjaga daya pikir tetap optimal.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Otak Sejak Usia Muda
Sebaiknya langkah-langkah pencegahan ini juga dilakukan sejak usia muda, Ya tentu dari usia muda, nutrisi yang baik, olahraga. Kemudian kalau bisa memang bekerja, selalu beraktivitas, selalu disibukan dengan aktivitas.
Sehingga membuat orang pada usia degeneratif, usia tua itu terus berpikir dan berkonsentrasi dengan otaknya, ucap dr Dimas beberapa waktu lalu ketika berbincang dengan detikcom. Menjaga kesehatan otak sejak usia muda membantu mencegah penurunan fungsi kognitif di masa depan.
Kebiasaan sehat yang dibangun lebih awal akan memberi dampak jangka panjang pada daya ingat dan fokus. Otak yang sehat juga berperan besar dalam kestabilan emosi dan produktivitas. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan otak tidak boleh ditunda.
Investasi Jangka Panjang untuk Fungsi Otak dan Kualitas Hidup
Menjaga kesehatan otak sejak muda merupakan investasi penting bagi fungsi kognitif dan kualitas hidup di masa depan. Kebiasaan sehat membantu mempertahankan daya pikir, emosi stabil, dan produktivitas hingga usia lanjut.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari health.detik.com
- Gambar Kedua dari trenmedia.co.id