Hewan peliharaan kini menjadi bagian dari keluarga bagi banyak orang, terutama Gen Z yang menjadikannya teman sehari-hari untuk menemani rutinitas dan mengurangi stres.
Survei Jakpat bertajuk Pet Industry in Indonesia yang terbit pada April 2026 menunjukkan 52 persen Gen Z memiliki hewan peliharaan. Sementara itu, 21 persen Gen Z lainnya mengaku ingin memelihara hewan, tetapi belum memiliki kesempatan.
Survei tersebut melibatkan 1.254 responden berusia 20-50 tahun dari berbagai wilayah Indonesia dengan komposisi responden laki-laki dan perempuan yang seimbang. Hasilnya memperlihatkan kedekatan generasi muda dengan hewan peliharaan. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
Minat Gen Z untuk Memelihara Hewan Cukup Tinggi
Gen Z menunjukkan minat yang cukup besar untuk memelihara hewan dibandingkan generasi lainnya. Sebanyak 21 persen Gen Z yang belum memiliki hewan menyatakan ingin memeliharanya.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Gen X yang berada di angka 16 persen dan Milenial sebesar 13 persen. Dalam kelompok pemilik hewan peliharaan, Gen Z dan Milenial juga mencatat proporsi yang sama, yakni 52 persen.
Sementara itu, Gen X memiliki persentase pemilik hewan sebesar 46 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa hewan peliharaan cukup dekat dengan keseharian generasi muda.
Ketertarikan tersebut tentu tidak muncul tanpa alasan. Bagi banyak anak muda, memelihara hewan bisa menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara untuk menciptakan suasana rumah yang lebih menyenangkan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hewan Peliharaan Jadi Teman Saat di Rumah
Alasan emosional menjadi salah satu faktor utama Gen Z memilih memelihara hewan. Sebanyak 67 persen Gen Z dalam survei Jakpat mengatakan mereka memelihara hewan agar memiliki teman di rumah.
Sementara itu, 64 persen lainnya menyebut hewan peliharaan membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Kehadiran hewan bisa membuat rumah terasa lebih hidup, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu sendiri.
Gen Z juga melihat aktivitas merawat hewan sebagai kesempatan untuk belajar bertanggung jawab. Sebanyak 41 persen responden menyebut alasan tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam memelihara hewan.
Baca Juga:Â Kenapa Gen Z Sering Pakai Emoji Loud Crying Face? Ini Arti Sebenarnya
Alasan Gen Z Memelihara Hewan Tak Cuma Soal Perasaan
Selain faktor emosional, ada beberapa alasan lain yang membuat Gen Z tertarik memiliki hewan peliharaan. Sebanyak 27 persen responden menyukai hewan karena penampilannya.
Sebanyak 23 persen lainnya memilih memelihara hewan untuk membantu menjaga rumah. Kemudian, 22 persen menjadikannya sebagai cara untuk meningkatkan aktivitas fisik.
Menariknya, 10 persen Gen Z juga tertarik memelihara hewan karena ingin bergabung dengan komunitas pecinta hewan. Artinya, hewan peliharaan bisa membuka kesempatan bagi pemiliknya untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama.
Dari berbagai alasan tersebut, terlihat bahwa Gen Z lebih banyak memandang hewan sebagai teman dan bagian dari kehidupan sehari-hari daripada sekadar penjaga rumah.
Kucing Jadi Pilihan yang Paling Banyak Diminati
Dari berbagai jenis hewan peliharaan, kucing menempati posisi teratas dalam pilihan responden. Survei Jakpat mencatat 58 persen responden ingin memelihara kucing.
Minat tersebut sedikit lebih tinggi di kalangan perempuan. Sebanyak 64 persen responden perempuan memilih kucing, sedangkan angka pada responden laki-laki mencapai 54 persen.
Kucing juga memiliki karakter yang cukup cocok dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Hewan ini bisa beraktivitas di dalam rumah dan tidak selalu membutuhkan ruang luas untuk bergerak. Bagi anak muda yang tinggal di lingkungan dengan lahan terbatas, karakter tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang menarik.
Pemilik Rela Mengeluarkan Uang untuk Kucing
Kecintaan terhadap kucing juga terlihat dari pengeluaran pemilik untuk kebutuhan hewan mereka. Sebanyak 43 persen pemilik kucing menghabiskan sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000 setiap bulan.
Sementara itu, 15 persen pemilik bahkan mengeluarkan Rp300.000 hingga Rp750.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan kucing. Pengeluaran tersebut dapat mencakup makanan, perawatan, perlengkapan, hingga kebutuhan lain sesuai kondisi hewan.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa pemilik tidak sekadar memelihara hewan untuk mengisi rumah. Mereka juga memberikan perhatian terhadap kenyamanan dan kebutuhan kucing dalam keseharian.
Melihat tingginya minat Gen Z, hewan peliharaan tampaknya akan terus memiliki tempat dalam kehidupan generasi muda. Kucing menjadi pilihan utama, sementara alasan memeliharanya semakin beragam, mulai dari mencari teman, mengurangi stres, belajar bertanggung jawab, hingga membangun komunitas.