Survei BI mencatat Gen Z menjadi kelompok paling optimistis soal ekonomi Indonesia pada Juli 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 122,9.
Angka itu cukup jauh di atas batas optimisme yang berada pada level 100. Artinya, responden muda dalam survei tersebut memiliki pandangan yang relatif positif terhadap kondisi ekonomi, baik saat ini maupun dalam beberapa bulan mendatang. Simak ulasan lengkapnya dari BACOTAN GEN Z.
IKK Gen Z Tembus 122,9, Tertinggi Dibanding Kelompok Lain
Bank Indonesia menggunakan metode balance score dalam menghitung indeks keyakinan konsumen. Nilai di atas 100 menunjukkan sikap optimistis, sedangkan angka di bawah 100 menggambarkan pesimisme.
Secara nasional, IKK Juli 2026 tercatat 116,8. Angka tersebut memang turun tipis dari 117,8 pada Juni, tetapi masih menunjukkan keyakinan konsumen yang kuat. Dua komponen utama juga tetap berada di zona optimistis, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini sebesar 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen sebesar 125,7.
Di antara seluruh kelompok usia yang mengikuti survei, responden berusia 20-30 tahun mencatat IKK tertinggi dengan skor 122,9. Hasil tersebut menunjukkan konsumen muda memiliki penilaian paling positif terhadap situasi ekonomi pada periode survei.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bukan Cuma Optimistis, Gen Z Nilai Penghasilannya Positif
Optimisme kelompok muda tidak hanya terlihat dari angka IKK. Ketika BI memecah indikator berdasarkan kondisi penghasilan, kelompok usia 20-30 tahun kembali berada di posisi teratas.
Indeks Penghasilan Saat Ini secara nasional mencapai 118,5. Sementara itu, kelompok usia 20-30 tahun mencatat angka 124,9. Perbedaan tersebut menunjukkan responden Gen Z dalam survei memiliki persepsi yang cukup kuat terhadap kondisi penghasilan mereka saat ini.
Gambaran ini menarik karena penghasilan menjadi salah satu faktor yang sangat dekat dengan kehidupan ekonomi sehari-hari. Ketika masyarakat merasa kondisi pendapatannya cukup baik, keyakinan untuk memenuhi kebutuhan dan melakukan konsumsi juga cenderung ikut terjaga.
Baca Juga:Â Gen Z Merapat! KELANA Hadir di Yogyakarta, Belajar Langsung soal Transisi Energi
Soal Lapangan Kerja, Anak Muda Masih Punya Keyakinan
Optimisme Gen Z juga terlihat ketika BI mengukur persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. Secara nasional, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja pada Juli 2026 berada di angka 101,1.
Nilai tersebut sedikit menurun dibandingkan 101,8 pada bulan sebelumnya, tetapi masih berada di atas level optimistis. Kelompok usia 20-40 tahun masih menunjukkan pandangan positif terhadap ketersediaan pekerjaan, sedangkan responden berusia di atas 41 tahun berada di zona pesimistis.
Selain pekerjaan, Gen Z juga menunjukkan minat konsumsi yang cukup kuat. Indeks Pembelian Barang Tahan Lama untuk kelompok usia 20-30 tahun mencapai 109,5. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.
Melihat Masa Depan, Optimisme Gen Z Makin Terlihat
Perbedaan pandangan antarkelompok usia semakin menarik ketika BI menanyakan kondisi ekonomi enam bulan mendatang. Secara nasional, Indeks Ekspektasi Konsumen mencapai 125,7 pada Juli 2026, meski turun tipis dari 126,4 pada Juni.
Ekspektasi positif itu muncul dari sejumlah indikator, seperti penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha. Masing-masing mencatat indeks 133,6, 123,1, dan 120,4.
Untuk ekspektasi penghasilan, kelompok usia 20-30 tahun kembali mencatat angka tertinggi. Indeksnya mencapai 139,0, sedangkan kelompok usia 31-40 tahun berada di angka 137,7.
BI juga mencatat kelompok usia 20-40 tahun mengalami peningkatan ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja. Hal ini memperlihatkan bahwa optimisme anak muda tidak hanya berkaitan dengan kondisi sekarang, tetapi juga harapan terhadap masa depan.
Optimistis Bukan Berarti Semua Pendapatan Dihabiskan
Meski konsumen menunjukkan keyakinan yang kuat, kondisi tersebut tidak otomatis membuat seluruh pendapatan mereka masuk ke pengeluaran. Survei BI mencatat rata-rata 72,7 persen pendapatan konsumen digunakan untuk konsumsi pada Juli 2026.
Proporsi tersebut relatif stabil dibandingkan 73 persen pada Juni. Sementara itu, porsi pendapatan untuk membayar cicilan atau utang naik tipis dari 10 persen menjadi 10,5 persen.
Menariknya, konsumen juga tetap menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan. Proporsi tabungan mencapai 16,8 persen, sedikit turun dari 17 persen pada bulan sebelumnya.
Survei Konsumen BI melibatkan sekitar 4.600 rumah tangga di 18 kota dengan metode stratified random sampling. Karena itu, angka tersebut menggambarkan keyakinan kelompok responden yang mengikuti survei, bukan ukuran langsung mengenai kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Meski begitu, hasil Juli 2026 memberikan gambaran yang cukup jelas. Dengan IKK mencapai 122,9, Gen Z menjadi kelompok usia paling optimistis dalam survei BI, baik ketika melihat kondisi ekonomi saat ini maupun saat membayangkan keadaan enam bulan ke depan.