Petani muda asal Kediri, Ilham Budi Susilo (29), memanfaatkan lebah penyerbuk untuk membantu budidaya melon premium sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Bukan sekadar menghasilkan buah berkualitas, langkah Ilham juga bertujuan menekan biaya produksi sekaligus menjaga konsep pertanian yang lebih alami. Dengan bantuan lebah jenis Apis Cerana, proses penyerbukan tanaman melon kini berjalan lebih efektif tanpa harus mengandalkan tenaga manusia secara manual.
BACOTAN GEN Z akan mengulas kisah inspiratif petani muda Kediri yang memanfaatkan lebah penyerbuk untuk menciptakan pertanian lebih hemat dan alami.
Petani Muda Kediri Andalkan Lebah untuk Bantu Penyerbukan Melon
Ilham berdiri mengamati pergerakan kawanan lebah di dalam greenhouse seluas 770 meter persegi yang ia bangun di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. Matanya terus memperhatikan lebah yang beterbangan mencari bunga melon yang mulai bermekaran.
Bagi Ilham, keberadaan lebah menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan panen. Ratusan tanaman melon premium yang ia rawat sangat bergantung pada proses polinasi atau penyerbukan yang dilakukan oleh serangga tersebut.
“Saya memang sengaja pakai koloni lebah ini untuk menggantikan cara penyerbukan manual tangan,” ujar Ilham.
Untuk mendukung proses tersebut, Ilham menempatkan tiga kotak kayu berisi koloni lebah di dalam greenhouse miliknya yang ia beri nama Diyari Farm.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Lebah Bantu Pangkas Biaya dan Hemat Waktu Bertani
Menurut Ilham, penggunaan lebah memberikan banyak keuntungan dalam proses produksi melon. Sebelumnya, petani harus melakukan penyerbukan secara manual menggunakan tenaga manusia yang membutuhkan waktu cukup lama.
Dengan bantuan lebah, proses tersebut berjalan secara alami dan lebih efisien. Tenaga kerja yang sebelumnya fokus pada penyerbukan bisa dialihkan untuk mengurus perawatan tanaman lainnya.
Ilham menjelaskan bahwa koloni lebah mulai ia masukkan ke dalam greenhouse sekitar dua hari sebelum bunga melon mekar. Langkah tersebut bertujuan agar lebah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Setelah bunga siap melakukan penyerbukan, lebah pekerja akan bergerak mencari nektar sekaligus membantu proses pemindahan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya.
Baca Juga:Â Viral di Media Sosial! Ternyata Ini Arti TBL, IBL, CBL hingga KBL Dalam Bahasa Gaul Gen Z
Insting Lebah Membuat Proses Penyerbukan Lebih Presisi
Ilham menyebut kemampuan lebah dalam melakukan penyerbukan berasal dari naluri alaminya. Lebah pekerja akan terus bergerak menyisir bunga karena mereka membutuhkan nektar untuk memenuhi kebutuhan koloninya.
Proses tersebut membuat penyerbukan berjalan lebih merata dibandingkan cara manual. Setelah sekitar dua pekan, Ilham biasanya memindahkan kotak lebah ke lokasi lain agar koloni tetap dapat bekerja secara optimal.
Selain membantu tanaman, lebah tersebut juga memberikan keuntungan tambahan karena menghasilkan madu yang masih bisa dipanen.
“Penggunaan lebah ini mampu memangkas banyak hal,” kata Ilham.
Konsep Pertanian Alami Tanpa Pestisida Jadi Keunggulan Diyari Farm
Ilham tidak hanya mengejar hasil panen melon premium, tetapi juga ingin menghadirkan produk pertanian yang lebih sehat. Ia menerapkan konsep budidaya tanpa pestisida kimia dengan sistem pengendalian hama terpadu.
Berbagai jenis melon seperti sweetnet hingga lavender ia kembangkan dengan pendekatan alami tersebut. Ilham juga melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas hasil tanamannya.
“Saya praktikkan non pestisida. Untuk kebutuhan pengujian-pengujian saya lakukan di laboratorium Bogor sana. Sehingga hasil tanam benar-benar alami,” ungkapnya.
Upaya tersebut membuat Diyari Farm mendapatkan sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP) dari Dinas Pertanian Jawa Timur. Sertifikasi itu membantu produknya memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Kreativitas Petani Gen Z Buka Pasar Hingga Wisata Petik Buah
Perjalanan Ilham sebagai petani muda tidak berhenti pada proses produksi. Ia terus mengembangkan pemasaran agar melon hasil budidayanya bisa menjangkau lebih banyak konsumen.
Melalui strategi penjualan daring dan pemanfaatan media sosial, produk Diyari Farm berhasil masuk ke sejumlah pasar modern hingga menjangkau wilayah Jakarta dan Bandung.
Ilham juga menggabungkan sektor pertanian dengan wisata melalui program petik buah saat musim panen tiba. Konsep tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan bagi usaha pertaniannya.
Bagi Ilham, menjadi petani di era sekarang membutuhkan kreativitas dan keberanian mencoba hal baru. Pemanfaatan lebah penyerbuk menjadi salah satu bukti bahwa teknologi alami mampu membantu pertanian menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.