Ratusan generasi Z dari berbagai daerah di Karesidenan Madiun memadati Wisma Perjuangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan.
Mereka datang untuk mengikuti Soekarno Talk-In: Book Launching Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z bersama pengamat politik Rocky Gerung. Kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi terbuka yang mengajak anak muda memahami gagasan Bung Karno dari sudut pandang yang lebih mendalam.
Peserta terdiri dari mahasiswa, kader PDI Perjuangan, hingga masyarakat umum. Antusiasme terlihat sejak acara dimulai. Mereka aktif mengikuti pemaparan materi, mencatat poin penting, dan menyiapkan berbagai pertanyaan untuk narasumber. Suasana diskusi berlangsung hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam dialog yang terbuka.
Rocky Gerung Ajak Gen Z Memahami Marhaenisme dari Akar Pemikirannya
Dalam pemaparannya, Rocky Gerung menekankan bahwa Marhaenisme harus dipahami sebagai sebuah cara berpikir sebelum berubah menjadi identitas atau alat perjuangan politik. Menurutnya, pemahaman terhadap gagasan menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak sekadar menghafal istilah tanpa mengetahui maknanya.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang mengenal Marhaenisme hanya sebagai slogan politik. Padahal, konsep tersebut lahir dari pemikiran Bung Karno yang membahas keadilan sosial, kemandirian, serta keberpihakan kepada rakyat kecil. Rocky mendorong peserta untuk membaca dan mengkritisi gagasan tersebut secara rasional.
Melalui pendekatan itu, generasi muda dapat membangun pola pikir yang lebih terbuka. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menguji setiap gagasan berdasarkan argumentasi yang kuat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Magetan Dinilai Punya Semangat Membangun Tradisi Berpikir Kritis
Rocky Gerung juga memberikan apresiasi terhadap semangat peserta yang hadir. Ia menyebut Magetan memiliki “greget” dalam membangun budaya berpikir kritis. Baginya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan generasi yang berani berdiskusi dan menghargai perbedaan pandangan.
Menurut Rocky, kemampuan berpikir kritis membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun politik. Ia berharap forum seperti ini terus berkembang sehingga anak muda semakin terbiasa membaca, berdialog, dan menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang baik.
Semangat peserta terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Banyak mahasiswa mengangkat isu kebangsaan, demokrasi, hingga tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Baca Juga:Â Survei Baru: Gen Z Ingin Pekerjaan yang Berdampak Sosial, asalkan Gajinya Sepadan
DPC PDI Perjuangan Ingin Bangun Budaya Diskusi di Magetan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar peluncuran buku. Ia ingin membangun budaya diskusi yang kuat di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Diana, Magetan belum memiliki tradisi diskusi yang sekuat kota-kota besar dengan banyak perguruan tinggi. Karena itu, pihaknya menghadirkan forum seperti Soekarno Talk-In agar masyarakat terbiasa bertukar pikiran secara sehat.
Ia juga mengajak peserta untuk menghormati perbedaan pendapat sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Budaya musyawarah, keterbukaan, dan kemampuan menerima pandangan yang berbeda dinilai mampu memperkuat kualitas demokrasi di tingkat daerah.
Diskusi Interaktif Hadirkan Akademisi dan Tokoh Nasional
Acara berlangsung semakin menarik dengan kehadiran dosen Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, yang turut memberikan pandangan mengenai Marhaenisme dan perkembangan politik nasional. Kehadiran akademisi menambah perspektif ilmiah dalam pembahasan sehingga peserta memperoleh sudut pandang yang lebih luas.
Beberapa tokoh nasional juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Budi Sulistiyono atau Kanang, Novita Hardini, serta Bupati Trenggalek Mohammad Nur Arifin. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan terhadap penguatan budaya literasi dan diskusi di kalangan anak muda.
Peserta mendapat kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber mengenai pemikiran Bung Karno, Marhaenisme, hingga berbagai isu kebangsaan yang relevan bagi generasi Z. Kesempatan tersebut membuat suasana diskusi semakin hidup karena peserta bebas menyampaikan pertanyaan dan pendapat.
Literasi Politik Jadi Bekal Penting bagi Generasi Muda
Soekarno Talk-In di Magetan menunjukkan bahwa minat generasi Z terhadap isu kebangsaan masih sangat tinggi. Ratusan peserta rela meluangkan waktu untuk mengikuti diskusi demi memperluas wawasan mengenai sejarah pemikiran politik Indonesia.
Melalui kegiatan seperti ini, anak muda memperoleh ruang untuk belajar, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan secara terbuka. Mereka juga dapat memahami bahwa demokrasi membutuhkan masyarakat yang aktif berpikir, menghargai perbedaan, dan terus meningkatkan literasi.
Kolaborasi antara tokoh politik, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan budaya diskusi yang lebih kuat. Dengan bekal tersebut, generasi muda tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat dan berkualitas.