Banyak generasi Z perempuan menghadapi pengangguran, akibat pola pendidikan, keterampilan yang kurang, dan peluang kerja yang terbatas.
Perempuan muda dari Generasi Z kini menghadapi krisis ketenagakerjaan yang mengkhawatirkan. Sebuah studi terbaru menguak fakta pahit: tingkat pengangguran mereka meningkat signifikan, dan yang mengejutkan, penyebabnya bukan karena kemalasan. Realitas ini menyoroti tantangan struktural yang menghimpit potensi perempuan Gen Z di pasar kerja global.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Angka Pengangguran Gen Z Perempuan Melonjak
Laporan “Women in Work 2026” dari PwC Inggris mengungkapkan peningkatan tajam dalam tingkat pengangguran perempuan Gen Z. Studi ini menyoroti bagaimana perempuan berusia 16 hingga 24 tahun semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan, terutama pasca-pandemi, menciptakan kekhawatiran serius tentang masa depan karier mereka.
Tingkat pengangguran perempuan naik dari 3,5% pada tahun 2023 menjadi 4,2% pada tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya perempuan muda yang masuk kategori NEET (not in education, employment, or training), menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja.
Perempuan Gen Z dengan tingkat pendidikan rendah dan masalah kesehatan memiliki risiko empat kali lebih besar untuk menjadi NEET, mencapai 48% dibandingkan rata-rata 12,2%. Data ini menggarisbawahi kerentanan kelompok tertentu dalam menghadapi persaingan di pasar kerja yang semakin ketat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Teknologi Dan Keterbatasan Jalur Karier
Perubahan teknologi yang pesat, termasuk perkembangan AI, memperlebar kesenjangan pekerjaan. Banyak perempuan muda belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mengikuti transformasi digital ini, padahal AI mulai menggantikan pekerjaan yang sebelumnya didominasi oleh perempuan.
Lewis Maleh, CEO Bentley Lewis, menjelaskan bahwa perempuan Gen Z juga menghadapi keterbatasan jalur karier dibandingkan laki-laki. Laki-laki muda dengan nilai sekolah biasa saja masih memiliki banyak pilihan di sektor konstruksi, logistik, atau pekerjaan teknis yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Sebaliknya, perempuan dengan latar belakang pendidikan serupa cenderung diarahkan ke sektor ritel, perawatan, atau perhotelan. Sayangnya, sektor-sektor ini sedang menyusut dan menawarkan peluang pengembangan karier yang terbatas, sehingga menghambat kemajuan profesional mereka.
Baca Juga: Serunya Bukber Gen Z, Tapi Jangan Sampai Kesehatan Terancam!
Bukan Kemalasan, Tapi Minimnya Peluang
Maleh menegaskan bahwa permasalahan utama bukan pada kekurangan dari perempuan muda itu sendiri, melainkan pada minimnya jalur karier yang tersedia. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan di mana kurangnya kesempatan berujung pada tingginya angka pengangguran.
Untuk mengatasi tantangan ini, Maleh mendorong perempuan muda untuk mengembangkan keterampilan di bidang teknologi, khususnya AI dan robotika. Ia menekankan bahwa keahlian praktis AI tidak selalu memerlukan gelar dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan di era digital ini.
Selain itu, program magang dan pelatihan di sektor digital, energi hijau, dan teknologi kesehatan menawarkan peluang besar yang masih jarang diminati perempuan muda. Memanfaatkan kesempatan ini dapat membuka pintu menuju karier yang lebih menjanjikan di masa depan.
Keterampilan Adaptif Dan Jaringan Profesional
Maleh juga menyarankan generasi muda untuk tidak pasif menunggu kesempatan kerja datang. Kandidat yang berhasil menembus posisi tinggi di dunia kerja adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, mampu beradaptasi, dan aktif membangun portofolio serta jaringan profesional.
Keterampilan adaptif dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar kerja yang cepat berubah. Inisiatif pribadi untuk mengembangkan diri dan mencari peluang baru sangat penting bagi perempuan Gen Z.
Membangun jaringan profesional dan portofolio yang kuat dapat membuka pintu menuju berbagai kesempatan yang tidak terduga. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karier yang sukses dan berkelanjutan, mengatasi keterbatasan jalur karier tradisional.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di BACOTAN GEN Z agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari depositphotos.com