Tren fesyen muslim Gen Z 2026 hadir dengan sentuhan Korean look, menghadirkan gaya modest fashion yang nyaman, modern, dan tetap terlihat stylish
Tren ini terlihat dari berbagai koleksi brand lokal yang hadir dalam ajang Glam Local Mid Year Sale di Bandung. Beragam model busana dengan detail unik seperti kerut di bagian atas, motif polkadot, hingga potongan ala Korea menjadi salah satu gaya yang banyak diminati pengunjung.
Gaya tersebut menawarkan tampilan yang lebih segar karena memadukan kesan feminin, kasual, dan tetap cocok digunakan oleh pengguna hijab.
Sentuhan Korea Bikin Fesyen Muslim Gen Z Makin Berwarna
Founder Glam Local, Rizky Azhar atau yang akrab disapa Kiki, mengatakan tren atasan dengan detail kerut dan motif polkadot sudah mulai mencuri perhatian sejak beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, gaya tersebut masih memiliki banyak peminat karena memberikan kesan manis tanpa terlihat berlebihan. Model pakaian ini juga mengikuti karakter Gen Z yang menyukai tampilan unik dan lebih ekspresif.
Sentuhan Korean look menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, para pelaku fesyen lokal melakukan penyesuaian agar tetap sesuai dengan konsep modest fashion di Indonesia.
Jika gaya Korea biasanya menggunakan potongan yang lebih terbuka, brand lokal mengadaptasinya dengan desain tangan panjang serta bagian bawah yang dibuat lebih mengembang seperti model peplum.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Atasan Kerut dan Polkadot Jadi Favorit Anak Muda
Detail kerut pada bagian atas pakaian memberikan kesan lebih playful dan membuat tampilan terlihat berbeda. Selain itu, motif polkadot juga kembali populer karena mampu menghadirkan nuansa klasik yang tetap modern.
Kiki menjelaskan bahwa Gen Z kini lebih memilih pakaian yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas.
“Market-nya Gen Z. Mereka lebih suka yang playful dan nyaman dipakai,” ujarnya.
Karakter tersebut membuat model busana yang longgar dan tidak terlalu ketat semakin diminati. Selain cocok untuk aktivitas sehari-hari, desain seperti ini juga memberikan ruang gerak lebih nyaman bagi pengguna hijab.
Baca Juga:Â Bukan Sekadar Hiburan! Kenapa Gen-Z Rela Ngutang Demi Konser? Ini Penjelasan Pakar Unair
Cara Padukan Gaya Korean Look Agar Tetap Elegan
Memilih bawahan yang tepat menjadi kunci agar tampilan tidak terlihat terlalu ramai. Kiki menyarankan penggunaan bawahan dengan model lebih longgar untuk menyeimbangkan atasan yang memiliki banyak detail.
Kulot atau rok dengan potongan loose bisa menjadi pilihan karena memberikan kesan santai sekaligus tetap modis.
Selain itu, pemilihan warna juga berperan penting. Saat ini, warna hitam, putih, serta nuansa bumi masih menjadi pilihan favorit karena mudah dipadukan dengan berbagai aksesori.
Untuk hijab, banyak Gen Z memilih warna yang menyesuaikan dengan pakaian utama agar keseluruhan tampilan terlihat lebih harmonis.
Modest Fashion Tidak Lagi Terbatas untuk Kalangan Tertentu
Perkembangan modest fashion dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar dalam dunia fesyen. Gaya berpakaian ini kini tidak hanya identik dengan kelompok tertentu, tetapi sudah menjadi pilihan banyak orang dari berbagai usia.
Kiki menilai modest fashion telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak brand lokal mulai menghadirkan koleksi yang lebih modern agar dapat mengikuti kebutuhan anak muda.
Selain atasan kerut dan polkadot, vest juga menjadi salah satu item yang cukup banyak diminati. Sementara itu, jenis kerudung seperti viscose menjadi pilihan populer karena memberikan rasa nyaman dan tampilan yang ringan.
Bandung Jadi Pusat Berkumpulnya Brand Fesyen Lokal
Ajang Glam Local Mid Year Sale di Bandung menjadi salah satu wadah besar bagi perkembangan fesyen lokal Indonesia. Acara tersebut menghadirkan sekitar 160 merek fesyen dari berbagai daerah.
Sekitar 80 brand bahkan mengikuti acara tersebut untuk pertama kalinya. Kehadiran berbagai pelaku usaha dari Bandung, Makassar, Kalimantan, hingga Medan menunjukkan semakin luasnya perkembangan industri fesyen lokal.
Kiki menyebut Bandung menjadi salah satu kota dengan jumlah brand peserta terbanyak dalam acara tersebut. Panitia juga menargetkan ribuan pengunjung hadir setiap hari selama acara berlangsung.
Dengan semakin banyaknya inovasi dari brand lokal, tren fesyen muslim 2026 diprediksi akan terus berkembang. Perpaduan gaya Korea, kenyamanan, dan kreativitas anak muda membuat modest fashion semakin menarik untuk diikuti.