Dua remaja di Air Upas diamankan polisi karena sabu. Kasus ini jadi peringatan serius bagi Gen Z terhadap bahaya narkoba.
Simak di BACOTAN GEN Z kasus narkoba kini menyentuh generasi muda. Dua remaja di Air Upas baru-baru ini diamankan polisi karena kepemilikan sabu.
Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi Gen Z untuk lebih waspada terhadap pengaruh narkoba, sekaligus mengingatkan orang tua dan lingkungan akan pentingnya edukasi pencegahan sejak dini.
Dua Remaja Air Upas Diamankan Karena Miliki Sabu
Dua remaja berusia 17 tahun ditangkap Satres Narkoba Polres Ketapang di area permainan ketangkasan, Kecamatan Air Upas, Kamis dini hari (12/2/2026). Keduanya kedapatan membawa satu klip sabu seberat 0,30 gram brutto. Penangkapan ini dikonfirmasi polisi pada Rabu (18/2/2026), memastikan kronologi dan status penahanan kedua remaja.
Barang haram itu membuat kedua remaja dikategorikan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) sesuai peraturan perlindungan anak. Penangkapan dilakukan setelah laporan masyarakat mengenai transaksi narkoba di lokasi tersebut.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menekankan pengamanan ini bagian dari upaya serius kepolisian menekan peredaran narkoba, terutama yang menyasar generasi muda. Ia menegaskan tindakan ini bukan semata hukum, tapi juga bentuk perlindungan terhadap anak.
Proses Pemeriksaan Dan Penanganan ABH
Kasat Narkoba Polres Ketapang, AKP Dewa Made Surita, menyatakan kedua remaja kini diamankan di Mapolres Ketapang untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik tengah menelusuri asal-usul sabu yang mereka miliki dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Penanganan kasus ini mengikuti sistem peradilan pidana anak, dengan pendekatan menekankan perlindungan, pembinaan, dan penegakan hukum sesuai usia pelaku. KPAD Ketapang turut dilibatkan untuk memastikan hak-hak kedua remaja tetap terlindungi.
Selain pemeriksaan, pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan dilakukan secara transparan. Tujuannya memberi efek jera sekaligus menjadi edukasi bagi remaja lain agar tidak terjerumus kasus serupa.
Baca Juga: 5 Ketakutan Gen Z Saat Pertama Kali Kerja, Kamu Juga Ngerasain?
Ancaman Narkoba Bagi Generasi Muda
Kejadian ini menjadi peringatan serius terkait risiko narkoba bagi remaja. Sabu, meski tampak sepele, dapat merusak kesehatan fisik, mental, dan masa depan anak-anak muda.
AKP Dewa menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan lingkungan. Komunikasi terbuka dan bimbingan sejak dini mampu mengurangi risiko remaja terlibat penyalahgunaan narkotika.
Riset menunjukkan Gen Z cenderung mudah terpengaruh lingkungan sekitar. Dengan kondisi sosial yang cepat berubah dan tekanan teman sebaya, penyalahgunaan narkoba bisa terjadi tanpa disadari, sehingga pencegahan sejak awal sangat krusial.
Kolaborasi Polisi Dan KPAD Ketapang
Penanganan kasus ini dilakukan melalui koordinasi antara Polres Ketapang dan KPAD. Sinergi ini penting agar proses hukum tetap sesuai perlindungan anak sekaligus menelusuri jaringan peredaran narkoba di wilayah setempat.
Pihak kepolisian juga menekankan aspek preventif, seperti sosialisasi bahaya narkoba di sekolah, komunitas, dan media sosial. Edukasi ini bertujuan agar remaja memahami konsekuensi hukum dan kesehatan dari penyalahgunaan narkotika.
AKP Dewa menambahkan masyarakat perlu aktif melapor bila menemukan indikasi peredaran narkoba. Langkah cepat akan mengurangi risiko generasi muda terjerumus dan membantu aparat menindak penyalahgunaan secara efektif.
Pesan Untuk Orang Tua Dan Masyarakat
Kasus dua remaja di Air Upas menjadi alarm bagi orang tua dan masyarakat. Mengawasi pergaulan, aktivitas, dan lingkungan sekitar anak sangat penting agar mereka tidak mudah terjerumus ke hal negatif.
Polres Ketapang berkomitmen memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya. Namun, keberhasilan juga bergantung pada peran aktif masyarakat, termasuk melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau transaksi narkoba.
AKP Dewa menegaskan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan kerjasama antara keluarga, sekolah, aparat hukum, dan masyarakat, remaja dapat tumbuh aman, sehat, dan bebas dari pengaruh narkotika, sehingga masa depan mereka lebih terjamin.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari pontianak.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jurnalborneo.com