Rata-rata screen time Gen Z disebut mencapai 9 jam per hari, Menko Pratikno mendorong perubahan menuju green time.
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pola hidup generasi muda. Generasi Z, yang tumbuh bersama internet dan media sosial, kini disebut menghabiskan waktu hingga 9 jam per hari di depan layar gawai. Angka ini memicu kekhawatiran banyak pihak, termasuk pemerintah, karena dinilai berpotensi berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan produktivitas.
Temukan rangkuman informasi menarik lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di BACOTAN GEN Z.
Fenomena Screen Time 9 Jam Sehari
Durasi penggunaan gawai yang mencapai 9 jam per hari mencerminkan tingginya ketergantungan Gen Z terhadap perangkat digital. Aktivitas tersebut mencakup media sosial, streaming video, bermain gim, hingga pembelajaran daring.
Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat, seperti akses informasi cepat dan peluang ekonomi digital. Namun, penggunaan berlebihan dapat memicu dampak negatif, mulai dari gangguan tidur, kelelahan mata, hingga menurunnya interaksi sosial secara langsung.
Beberapa pakar kesehatan juga mengaitkan screen time berlebih dengan meningkatnya risiko stres dan kecemasan. Paparan konten tanpa henti, tekanan sosial di media sosial, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Ajakan Mengubah ke Green Time
Menko Pratikno menekankan pentingnya menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan di luar ruangan. Konsep “green time” mengacu pada waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan alam, berolahraga, atau melakukan kegiatan sosial yang positif.
Menurutnya, generasi muda perlu didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi kesehatan tubuh dan lingkungan. Aktivitas seperti menanam pohon, berkebun, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki di ruang terbuka hijau dapat menjadi alternatif yang sederhana namun berdampak besar.
Lebih jauh, green time juga dimaknai sebagai waktu produktif yang tidak hanya menyehatkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, perubahan ini diharapkan mampu membentuk pola hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Baca Juga: Paradoks Gen Z, Motor Perubahan atau Penumpang Zona Nyaman Birokrasi
Dampak Digital Pada Kesehatan Mental
Penggunaan gawai dalam durasi panjang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mental. Paparan konten media sosial secara terus-menerus dapat memicu perbandingan sosial yang tidak sehat.
Banyak anak muda merasa tertekan karena standar kehidupan yang ditampilkan di dunia maya sering kali tidak realistis. Hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu kecemasan.
Selain itu, kurangnya interaksi tatap muka juga berpotensi mengurangi kemampuan komunikasi interpersonal. Green time diharapkan menjadi solusi untuk mengembalikan keseimbangan emosional melalui interaksi nyata dan aktivitas fisik yang menenangkan.
Peran Keluarga Dan Pendidikan
Perubahan pola hidup tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada generasi muda. Keluarga memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi penggunaan gawai sejak dini.
Orang tua dapat membuat aturan sederhana, seperti waktu bebas gawai saat makan bersama atau sebelum tidur. Langkah kecil ini dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih sehat.
Institusi pendidikan juga dapat mendorong kegiatan luar ruang, seperti program lingkungan, olahraga rutin, dan proyek sosial. Dengan dukungan lingkungan yang konsisten, konsep green time dapat menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar tren sesaat.
Menuju Generasi Seimbang Dan Berkelanjutan
Transformasi dari screen time ke green time bukan berarti menolak teknologi sepenuhnya. Teknologi tetap memiliki peran penting dalam pendidikan, inovasi, dan komunikasi.
Namun, keseimbangan menjadi kunci utama. Generasi Z perlu dibekali kesadaran untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak terjebak dalam penggunaan berlebihan.
Ajakan Menko Pratikno ini menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kecakapan digital, tetapi juga oleh kesehatan fisik, mental, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan membangun pola hidup yang lebih seimbang, diharapkan lahir generasi yang tangguh, produktif, dan berwawasan keberlanjutan.
Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di BACOTAN GEN Z.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari Liputan6.com
- Gambar kedua dari detikcom